Beranda > Artikel > Indikator Kinerja untuk SKPD

Indikator Kinerja untuk SKPD

SUKSES atau GAGAL?

Jika anda TIDAK MENGUKUR HASIL, anda tidak bisa membedakan antara KESUKSESAN dan KEGAGALAN. Jika anda tidak bisa melihat kesuksesan, anda tidak akan bisa menghargainya. Jika anda tidak bisa menghargai kesuksesan, anda mungkin menghargai kegagalan. Jika anda tidak bisa melihat kesuksesan, anda tidak bisa belajar darinya. Jika anda tidak mengenali kegagalan, anda tidak bisa memperbaikinya. Jika anda bisa menunjukkan hasil, anda bisa memperoleh dukungan publik.

Masyarakat secara terus menerus membutuhkan pemerintahan yang responsif dan cakap. Daerah memiliki pendapatan yang terbatas, sementara harapan masyarakat terhadap pelayanan yang disediakan sangat tinggi. Tanpa indikator kinerja, sulit menilai keberhasilan atau kegagalan suatu unit kerja.

Banyak manfaat dari sistem pengukuran kinerja. Beberapa wujud manfaat riilnya ada dalam hal-hal berikut:

Pembuatan Kebijakan dan Pengawasannya – meningkatkan perumusan kebijakan dengan menyediakan dasar-dasar yang memadai bagi para pengambil keputusan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai kebutuhan dan kinerja pelayanan serta membuat keputusan realokasi sumber daya jika diperlukan.

Arahan Operasional – Memberikan cara yang lebih sistematis bagi para manajer untuk mendeteksi kekuatan dan kelemahan operasional serta untuk melakukan analisa program yang berkelanjutan.

Akuntabilitas – Dapat membantu dinas dan seluruh organisasi dalam memperoleh kepercayaan masyarakat dengan memperlihatkan hasil yang baik dari pendapatan yang diterima.

Perencanaan – Memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional dengan cara menyediakan informasi yang dibutuhkan dalam menetapkan tujuan dan sasaran serta merencanakan program-program untuk pencapaian tujuan dan sasaran tersebut

Pengelolaan – Memberikan dasar bagi identifikasi awal dari adanya penurunan efisiensi operasional dan cara untuk memperlihatkan seberapa efisien sumber daya digunakan dalam penyediaan pelayanan dan pencapaian tujuan

Penganggaran – Memperbaiki proses anggaran dengan sebisa mungkin membuat keputusan yang obyektif mengenai alokasi dan redistribusi sumber daya, pengurangan biaya, dan menginvestasikan kelebihan/surplus dana.

Menyerahkan penyediaan pelayanan kepada pihak luar – Membantu terciptanya iklim yang kompetitif dalam penyediaan pelayanan oleh pihak luar dengan cara memberikan data biaya dan kinerja yang didokumentasikan dengan baik serta memonitor kinerja pihak kontrakor berkaitan dengan kualitas pelayanan

Pengawasan Kerja – berguna dalam mencapai kinerja pegawai yang lebih baik dengan memberikan dasar yang obyektif bagi penetapan target kinerja dan memberikan masukan dan insentif.

Supaya pelembagaan pengukuran kinerja lebih mudah, mari mendownload dan mempelajari  Contoh-contoh Indikator Kinerja untuk SKPD. Dokumen ini merupakan publikasi dari LGSP.OR.ID. Penghargaan terhadap publikasi dan penggunaan publikasi ini,  tetap menjadi milik dan diberikan pada LGSP.OR.ID

About these ads
  1. 26 Maret 2010 pukul 1:59 pm

    Kunjungan balik pak
    Menurut saya sukses tidak hanya hasil tapi proses

  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 936 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: