Beranda > Diskusi > Instrumen Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja

Instrumen Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja

BAGIMANA penerapan ABK (Anggaran Berbasis Kinerja) di Daerah kita? Salah satu cara untuk menilai kinerja penerapan ABK adalah dengan menilai ketersediaan atau keberadaan dan penggunaan persyaratan-persyaratan penerapan Anggaran Berbasis kinerja, yaitu: Indikator Kinerja, Capaian (target) kinerja), Standar Satuan Harga, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Analisis Standar Belanja.

SPM, ASB, Standar Harga, Indikator Kinerja dan Target Kinerja

Apakah ketiadaan instrumen ini  akan memperburuk kualitas penerapan ABK?

Terkadang kita bingung bagaimana kaitan antara instrumen tersebut dalam penerapan anggaran berbasis kinerja. Karenanya, baik juga untuk menjawab pertanyaan: Apa akibat yang (mungkin) akan terjadi bila kegiatan dirancang tanpa Indikator Kinerja dan Capaian (target) kinerja). Tanpa Standar Satuan Harga yang sama di seluruh SKPD; tanpa Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan tanpa Analisis Standar Belanja.

Tidak sekedar bertanya, tetapi cobalah menjawabnya. Mohon maaf, di sini kami tidak membahas jawabannya. Tulisan ini justeru hendak mengajak bapak/ibu melakukan self brainstorming  untuk menemukan sendiri jawabannya. Karena hanya curpat sendirian, jawaban apapun boleh-boleh saja sepanjang masuk akal saja. Perhatikan jawaban-jawaban kita dan perhatikan jawaban akhirnya; apakah memang mengarah pada prinsip ekonomis, efisiensi dan efektifitas.

Pertanyaan lanjutan:

1. Bila sebuah Daerah (Kabupaten/Kota) ingin menurunkan tingkat kemiskinan di Daerahnya, maka instrumen manakah yang terutama harus ada dan dikembangkan terus? Mohon memilih 2 instrumen saja.

2. Bila SPM belum ada, maka instrumen manakah yang harus ada agar APBD lebih fokus pada pengentasan kemiskinan?

3. Dari instrumen di atas, instrumen apakah yang tidak ada sehingga: a). usulan SKPD tidak sinergis satu sama lain;  b). Cenderung asal-usul (sembarang usul); c). tidak terkait dengan kegiatan di tahun sebelumnya; dan lain-lain?

Tulisan Terkait:

About these ads
  1. Eko Noeg
    23 September 2010 pukul 9:14 pm

    Pak mohon penjelasan tentang keterkaitan antara anggaran berbasis kinerja dengan prinsip money follow function….
    (karena ada yang pernah berargumen bahwa terkait dengan anggaran kita yang sekarang berbasis kinerja dan prinsip money follow function, maka penganggaran dan proses pengelolaan anggaran/keuangan ada di BIDANG di SKPD….. bukan di subag keuangan…karena yang lebih mengetahui kegiatan adalah BIDANG di SKPD. Lalu dengan pemikiran tsb lalu saya jd mikir…subag keuangan gunanya apa ya???? cuma jadi talang….lewatnya dana–> sing mempertanggungjawabke bag keuangan sing entuk turahan(nek ono) bidang….enak men<—
    mohon pencerahan pak

  2. 24 September 2010 pukul 1:05 pm

    Paling tidak, adanya sub organisasi di SKPD adalah untuk:
    1. Pembagian tugas atau pembagian kompetensi
    2. Check and balances (periksa dan seimbangkan) internal SKPD

    BIDANG di SKPD terutama berisi para pakar sektoral, yaitu PNS yang memahami SWOT sektoral. Dengan demikian, perencanaan sektoral mestinya ya di BIDANG tersebut.

    Adapun SEKRETARIAT bersifat memfasilitasi proses pengelolaan target dan permasalahan sektoral.

    Bagaimana bila SEKRETARIAT mengambil alih kewenangan BIDANG? Bila ini yang terjadi maka pembagian tugas sudah tidak ada lagi. Pelampauan kewenangan telah terjadi. Dari aspek check and balances, keadaan seperti itu menjadi tanda bila di SKPD tersebut sedang ada masalah terkait Sistem Pengendalian Internalnya.

    Baiknya, prosedur dan tata cara kerja di SKPD dibicarakan lagi ditingkat internal. Kesepakatan harus diambil sehingga lingkungan kerja dan lingkungan pengendalian di SKPD menjadi lebih baik.

    Secara umum alternatif solusinya begitu ya

  3. eko noeg
    25 September 2010 pukul 5:07 pm

    Setuju saya dengan “Bagaimana bila SEKRETARIAT mengambil alih kewenangan BIDANG? Bila ini yang terjadi maka pembagian tugas sudah tidak ada lagi. Pelampauan kewenangan telah terjadi. Dari aspek check and balances, keadaan seperti itu menjadi tanda bila di SKPD tersebut sedang ada masalah terkait Sistem Pengendalian Internalnya.”

    Lalu bagaimana dengan pengelolaan keuangannya? berada di Bidang??

    fakta yang banyak terjadi:
    Pengajuan anggaran kegiatan dari masing2 bidang, bendahara mengajukan spp dan spm…, dana cair lalu di serahkan ke bidang.., SPJ diserahkan ke bendahara oleh bidang utk pertanggungjawaban…

    Ini memunculkan bendahara2 bayangan/bidang… yang bertanggung jawab kepada kabid

    lalu BPK/inspektorat masuk untuk memeriksa…yang dipanggil pertama = bendahara…
    lalu apakah bisa bendahara/PPK melimpahkan tanggung jawab tsb kepada kabid????

  4. 26 September 2010 pukul 8:11 am

    Kasus yang disampaikan Pak Eko merupakan kasus umum yang terjadi di dalam sebuah SKPD. Hanya saja, dibeberapa SKPD kasus ini didiamkan saja, sementara dibeberapa yang lain kasus seperti yang disampaikan sudah agak mengeras dan cenderung menuju konflik internal SKPD.

    Kasus yang disampaikan Pak Eko ini sebenarnya termasuk masalah KETIDAKADILAN (PENGGUNAAN) ANGGARAN ANTAR BIDANG DI SEBUAH SKPD. Pada kasus ini, EGO BIDANG sudah sangat mengeras dan sulit untuk dipadu-padankan sedemikian rupa.

    Seperti diskusi kita kemarin, maka sebaiknya:

    1. PADA TAHAP PENYUSUNAN RKA-SKPD (ANGGARAN)

    Ka SKPD memanggil semua BIDANG2 dan membicarakan RKA-SKPD. KEBUTUHAN masing-masing BIDANG diidentifikasi dan kemudian DISELARASKAN dengan KEBUTUHAN SKPD dalam koridor Renstra SKPD.

    Untuk kasus Perjalanan Dinas Luar Daerah misalnya; kebutuhan tiap bidang dihitung sedemikian rupa dan diselaraskan dengan kebutuhan SKPD sehingga tidak melampaui plafon anggaran yang ditetapkan pada SKPD tersebut.

    2. PADA TAHAP PELAKSANAAN ANGGARAN

    Pada tahap ini, Ka SKPD juga berdiskusi dengan masing-masing BIDANG tentang aturan main pencairan anggaran. Di sini, materi diskusinya adalah: bagaimana seharusnya proses permintaan anggaran dari tiap BIDANG dan apa tugas dan kewenangan BENDAHARA dan PPK SKPD dalam proses pencairan anggaran, sejak dari bidang hingga nanti pada penyusunan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya.

    Bila kasusnya sudah sangat ekstrim, dimana BIDANG ingin punya “BENDAHARA” yang terpisah, maka mau tidak mau, memang arus disepakati kemungkinan adanya PEMBANTU BENDAHARA di SKPD tersebut.

    Tapi mohon dicatat, keberadaan PEMBANTU BENDAHARA umumnya hanya boleh bila beban kerja SKPD tersebut sangat besar.

    Adapun masalah PEMERIKSAAAN, memang Inspektorat / BPK akan masuk ke BENDAHARA SKPD dan tidak masuk ke PEMBANTU BENDAHARA. Bilapun pada saat pemeriksaan, BENDAHARA membutuhkan bantuan informasi dari PEMBANTU BENDAHARA, maka aturlah sekalian bagaimana hubungan PEMBANTU BENDAHARA dengan BENDAHARA SKPD.

    Materi-materi yang disepakati dalam diskusi ini menjadi ATURAN MAIN internal di SKPD ybs tentang PENGELOLAAN KEUANGAN SKPD.

    Demikian kira-kira solusinya …

  5. selp
    17 November 2013 pukul 1:51 pm

    pak mau tanya,, klo instrumen proses penyusunan anggaran pemerintah apa ya???
    apakah mereka dalam penyususnan anggaran itu memikirkan faktor-faktor tertentu???

    • 18 November 2013 pukul 6:40 am

      Ya, mestinya ada faktor2 yg harus diperhatikan saat penyusunan anggaran pemerintah.

      Pertanyaan yg harus diperhatikan adalah: dalam situasi dan kondisi target group di wilayah sasaran, kegiatan apakah ya yg paling ekonomis, efisien tetapi paling efektif untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat yg dilayani?

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 937 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: