Beranda > Artikel > Pedoman Umum Reformasi Birokrasi

Pedoman Umum Reformasi Birokrasi

pedoman umum reformasi birokrasi

Bagaimana mereformasi birokrasi?

Praktek KKN masih tinggi. Tingkat kualitas pelayanan publik belum optimal memenuhi harapan masyarakat. Tingkat efisiensi, efektifitas dan produktivitas birokrasi pemerintahan masih belum optimal. Transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan masih rendah. Tingkat disiplin dan etos kerja pegawai masih relatif rendah. Perlukah reformasi birokrasi? Apakah reformasi birokrasi identik dengan peningkatan remunerasi?

Reformasi birokrasi perlu dan penting. Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek: kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.

Perbaikan remunerasi hanyalah bagian sangat kecil dari area perubahan  yang akan dilakukan pada reformasi birokrasi. Lebih detail, area perubahannya meliputi:  kelembagaan, budaya organisasi, ketatalaksanaan, regulasi-deregulasi birokrasi, dan  sumberdaya manusia aparatur. Hasil yang diharapkan dari tiap area perubahan tersebut adalah  sebagai berikut:

Area_Perubahan_pada_reformasi-birokrasi

Apa saja yang harus diubah pada reformasi birokrasi ?

Mari mendownload dan mempelajarinya lebih lanjut dari:  Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.

About these ads
  1. 27 Mei 2010 pukul 4:18 pm

    Langkah yg paling awal sebenarnya adalah perubahan mindset dari birokrat tersebut. Upaya reformasi di kelima aspek akan sia sia kalau mindset birokrat jg berubah yg seharusnya melayani dan bukan dilayani.

    http://klikajadeh.com/?r=amirudin

  2. jutaajrullah
    29 Mei 2010 pukul 10:04 am

    Reformasi Birokrasi yang harus dilakukan pertama kali harusnya menyentuh aspek Budaya Organisasi. Budaya Organisasi di sektor publik/ pemerintah terbentuk melalui serangkaian peraturan dan kebijakan yang membentuk budaya dalam pemerintahan. Harusnya Budaya ada di urutan pertama, buka kedua seperti skema prioritas perubahan yang dilakukan di atas ini. Klo Budaya sudah tepat dan baik, semua akan mengikuti dengan sendirinya.. Pandangan saya mengenai makna reformasi bisa dibaca di http://jutaajrullah.wordpress.com/2010/05/21/makna-reformasi-administrasi/

  3. 29 Mei 2010 pukul 11:29 am

    @ Amiruddin
    Setuju bos. Mindsetnya diubah dulu supaya tidak salah pandang dan orientasi perilakunya lebih sesuai dengan kodrat ideal birokrasi pemerintah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah mindset dari lembaga pembina reformasi birokrasi. Bila mereka masih “salah pandang”, maka sangat mungkin terjadi bila kebijakan yg diambil justeru misleading (menyesatkan). mantab bro.

    @ Juta Ajrullah
    Mantab tuh pak tentang Inovasi Kebijakan Publiknya. Perlu dan penting sebagai langkah cerdas untuk mengatasi konstrain peraturan, serta menjadi indikasi tingkat komitmen Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya.

    Sangat setuju juga tentang prioritas area perubahan, yang seharusnya fokus terlebih dahulu pada perbaikan budaya organisasi. Hal ini jugalah yang kini digalakkan via penerapan sistem pengendalian internal pemerintah.

    Bila budaya organisasi sudah kondusif, misalnya di organisasi tsb ada kepedulian besar terhadap akuntabilitas, maka langkah2 selanjutnya akan lebih gampang.

  4. jutaajrullah
    2 Juni 2010 pukul 9:55 am

    Siap Pak.. tapi kenapa ya sampai sekarang masih banyak Pemerintahan di daerah yang masih sulit berinovasi?? Atau setidaknya mendapat manfaat dari pengendalian internal yang sudah berjalan… selain di gorontalo, jembrana, gianyar dan sragen Barangkali ada contoh kasus lain Pak!? mohon sharing best practise di pemerintahan daerah..

  5. 2 Juni 2010 pukul 8:44 pm

    jutaajrullah :

    … tapi kenapa ya sampai sekarang masih banyak Pemerintahan di daerah yang masih sulit berinovasi??

    Sepertinya bukan sulit berinovasi ya. Tetapi TIDAK MAU berinovasi. Kalau mereka mau, kodratnya adalah jadi bisa berinovasi. Soalnya, Where there is a WILL, there is a way.

    Maka salah satu rekomendasinya: mengenalkan Sistem Insentif pada yang Berkinerja, baik yg finansial maupun non finansial. Ini telah lama menjadi wacana di Depkeu. Hanya sayangnya: ternyata NATO. Sampai sekarang belum nampak Action Plannya.

  6. 5 Juli 2010 pukul 11:21 pm

    Perlu diingat bahwa perubahan pisik di Indonesia diperlukan kekerasan, akan tetapi, perubahan perilaku bangsa Indonesia diperlukan pemahaman. gitu deh, kira-kira

  7. ANDY SUBANDONO
    12 Juli 2010 pukul 7:06 pm

    Akhlak, moral, budi pekerti dan tingkah laku adalah perhiasan yang melekat pada diri setiap manusia. Untuk itu Teruslah menulis dan berkarya teman… Semoga apa yang Anda suguhkan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

  8. 13 Juli 2010 pukul 7:52 am

    @ Pak Andy

    Makasihh pak. BTW, hanya tulisan ringkas2 dan reposting aja. Ringkasssss, tapi mudah2an berguna nih ;-)

  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 936 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: