Arsip

Posts Tagged ‘Indikator Kinerja’

Peta Menuju HDI

Capaian HDI atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu Daerah kabupaten/kota merupakan hasil gotong royong dari semua pihak, terutama SKPD dan masyarakat itu sendiri. Tiap SKPD memiliki kontribusi langsung maupun tidak langsung pada pencapaian HDI (IPM). Kontribusi SKPD dapat dilihat dari pilihan kegiatan yang dilaksanakannya. Sebaiknya, penilaian kontribusi SKPD itu tidak disandarkan hanya pada nama kegiatan, tetapi dari “rantai nilai” yang ditunjukkan oleh indikator kegiatannya.

Slide berikut ini menjelaskan hubungan antara kegiatan dengan variabel HDI (IPM) melalui substansi indikator kinerja dari kegiatan yang dimulai dari output (keluaran) kegiatan. Slide ini juga menjelaskan keterkaitan antara variabel makro di tingkat daerah dengan variabel mikro di tingkat SKPD.

Slide yang disampaikan ini masih bersifat draft. Karenanya, masih sangat terbuka untuk kritikan dan masukan konstruktif. Namun demikian, sebagai langkah awal, mudah-mudahan materi di slide berikut dapat memberi inspirasi bagi Daerah dan SKPD.

SAKIP : Sebuah pengantar yang ringkas

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. SAKIP yang terselenggara dengan baik menghasilkan LAKIP TERPADU, yaitu:  Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan yang terpadu sebagai instrumen pertanggungjawaban kinerja dan umpan balik bagi perbaikan kinerja. Mari mempelajari  SAKIP dari pengantar ringkas berikut ini.

Instrumen Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja

BAGIMANA penerapan ABK (Anggaran Berbasis Kinerja) di Daerah kita? Salah satu cara untuk menilai kinerja penerapan ABK adalah dengan menilai ketersediaan atau keberadaan dan penggunaan persyaratan-persyaratan penerapan Anggaran Berbasis kinerja, yaitu: Indikator Kinerja, Capaian (target) kinerja), Standar Satuan Harga, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Analisis Standar Belanja.

SPM, ASB, Standar Harga, Indikator Kinerja dan Target Kinerja

Apakah ketiadaan instrumen ini  akan memperburuk kualitas penerapan ABK?

Baca selengkapnya…

Plafonisasi Anggaran pada Anggaran Berbasis Kinerja

Ada pendapat yang menyatakan bahwa plafonisasi anggaran bertentangan dengan prinsip Anggaran Berbasis Kinerja (ABK). Plafonisasi anggaran harus dihapus dalam ABK. Materi tulisan ini pernah juga kami bahas dalam tulisan Anggaran Berbasis Kinerja VERSUS Kinerja Berbasis Anggaran.

Mari kita buat kasus khusus: Misalkan suatu target pada tingkat indikator kinerja utama harus berhasil diwujudkan, sementara total plafon anggaran belanja pada SKPD tersebut sangat “mepet”. Dalam kasus seperti ini, bagaimana solusinya?

Cari solusi yang termurah, efisien tetapi efektif. Bahkan yg “tanpa” anggaran ;-)

Baca selengkapnya…

Indikator Kinerja untuk SKPD

SUKSES atau GAGAL?

Jika anda TIDAK MENGUKUR HASIL, anda tidak bisa membedakan antara KESUKSESAN dan KEGAGALAN. Jika anda tidak bisa melihat kesuksesan, anda tidak akan bisa menghargainya. Jika anda tidak bisa menghargai kesuksesan, anda mungkin menghargai kegagalan. Jika anda tidak bisa melihat kesuksesan, anda tidak bisa belajar darinya. Jika anda tidak mengenali kegagalan, anda tidak bisa memperbaikinya. Jika anda bisa menunjukkan hasil, anda bisa memperoleh dukungan publik.

Masyarakat secara terus menerus membutuhkan pemerintahan yang responsif dan cakap. Daerah memiliki pendapatan yang terbatas, sementara harapan masyarakat terhadap pelayanan yang disediakan sangat tinggi. Tanpa indikator kinerja, sulit menilai keberhasilan atau kegagalan suatu unit kerja. Baca selengkapnya…

Daftar Periksa Penilaian Usulan Kegiatan SKPD

Lolos Uji?

Lolos Uji?

Failing to plan is planning to fail (Alan Lakein). Setiap usulan kegiatan SKPD harus direncanakan secara memadai. Oleh karena itu, penilaian usulan kegiatan SKPD sangat penting untuk dilakukan. Adakah daftar periksa penilaian usulan kegiatan SKPD?

Berikut adalah draft daftar periksa yang menurut kami layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Uji dan periksalah:

  1. Apakah usulan tema SKPD 20XX sudah sesuai dengan prioritas di RPJM, permasalahan yg mengemuka di 20XX serta Prioritas Bangda 20XX? Tema SKPD 20XX = ringkasan daftar prioritas SKPD di tahun 20XX dalam sebuah kalimat yang efektif
  2. Apakah usulan program dan kegiatan sudah sesuai dengan Tema SKPD 20XX? Periksa dan nilailah NAMA serta “BENTUK” kegiatannya. Bila tidak sesuai, nilailah ARTI PENTING-nya
  3. Apakah indikator kinerja kegiatan telah terisi secara baik dan benar? Periksa dan nilai juga hubungan sebab akibat pada indikator kinerja.
  4. Apakah ada kegiatan lain yang perlu dilaksanakan untuk menjamin terwujudnya target hasil dan capaian program? Bila ada, kegiatan manakah yang lebih baik untuk dilaksanakan?
  5. Apakah indikator kinerja pada kegiatan-kegiatan dalam sebuah program mengarah pada satu capaian program tertentu?
  6. Apakah lokasi kegiatan dan kelompok penerima manfaat sudah diisikan? Tepatkah lokasi dan kelompok penerima manfaat dengan deskripsi indikator kegiatannya?
  7. Apakah total usulan belanja = wajar berdasarkan target output (keluaran). Periksa kewajaran jenis belanja dan rincian belanja pada objek belanjanya.
  8. Apakah sumber dana sudah diisi? Pastikan agar kegiatan yang didanai oleh pemerintah atasan tidak terpotong.

Adakah hal lain yang harus dimasukkan dalam daftar periksa ini? Mohon masukan dan kritikannya. Terima kasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 867 pengikut lainnya.