Beranda > Diskusi, Perencanaan Pembangunan > Indikator Keragaan Usulan Kegiatan SKPD

Indikator Keragaan Usulan Kegiatan SKPD

Apakah usulan kegiatan X ini wajar? Kewajaran tiap usulan kegiatan harus dinilai. Penilaian kewajaran ini dilakukan dengan mengembangkan seperangkat indikator yang tepat sehingga kesimpulan kewajarannya dapat dipertanggungjawabkan tetapi tetap mudah untuk diterapkan.

Apakah indikator keragaan sebuah usulan kegiatan? Jawaban pertanyaan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Analisis Standar Belanja. Artinya, penilaian terhadap indikator keragaan kegiatan merupakan sebuah analisis standar belanja, yang akan memberikan keyakinan tentang kewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan.

Secara umum indikator pokok yang dapat digunakan untuk menilai keragaan sebuah usulan kegiatan dapat dikategorikan sebagai indikator umum, indikator kewajaran beban kerja, serta indikator kewajaran belanja. Beberapa sub indikatornya adalah sebagai berikut:

A. INDIKATOR UMUM

  1. Disiplin jadwal
  2. Tepat penempatan kode rekening

B. INDIKATOR KEWAJARAN BEBAN KERJA

  1. Usulan kegiatan dalam batas kewenangan SKPD.
  2. Usulan kegiatan tersebut dihasilkan dari sistem perencanaan yang memadai.
  3. Tolok ukur dan target kinerja KELUARAN diisi secara spesifik dan terukur.
  4. Tolok ukur dan target kinerja HASIL diisi secara spesifik dan terukur.
  5. Tolok ukur dan target kinerja CAPAIAN PROGRAM diisi secara spesifik dan terukur.
  6. Deskripsi dan atau tolok ukur KELUARAN, HASIL dan CAPAIAN PROGRAM terkait secara erat dalam sebuah hubungan sebab-akibat.
  7. Kegiatan yang diusulkan bersifat melengkapi/mendukung kegiatan lain di SKPD-nya dan atau di SKPD lain yang mendukung terwujudnya target HASIL dan CAPAIAN PROGRAM.
  8. Usulan kegiatan merupakan solusi untuk permasalahan / peluang yang faktual dihadapi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  9. Deskripsi pada tolok ukur kinerja CAPAIAN PROGRAM merupakan solusi untuk permasalahan / peluang yang faktual dihadapi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

C. INDIKATOR KEWAJARAN BELANJA

  1. Harga satuan yang digunakan lebih rendah dari standar harga resmi.
  2. Volume fisik dari barang dan jasa yang dibutuhkan relatif sama dengan nilai rerata volume fisik dari beberapa kegiatan sama.
  3. Kebutuhan belanja setiap tahap-tahap kegiatan wajar.
  4. Kebutuhan belanja dirinci secara detail hingga rincian objek belanja.
  5. Kebutuhan belanja dirinci secara detail pada tiap langkah pelaksanaan kegiatan.
  6. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan merupakan jalur terpendek untuk mewujudkan target kinerja kegiatan.
  7. Tidak menganggarkan yang dilarang oleh ketentuan perundang-undangan
Tag:
  1. Yuana
    23 Februari 2008 pukul 1:26 pm

    Kriterianya cukup bagus. Bisa nggak ya kalau kriteria itu dipersempit lagi dan dibuat supaya bernilai tunggal sehingga lebih mudah diaplikasikan dan diterapkan. Maksudnya, seperti HDI. Menjadi satu angka tunggal saja. Terima kasih

  1. 20 Januari 2008 pukul 10:40 pm
  2. 12 Mei 2010 pukul 1:43 am

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: