Beranda > Diskusi, Keuangan Daerah > Determinan Besar Usulan Belanja Kegiatan

Determinan Besar Usulan Belanja Kegiatan

Mengapa besar usulan belanja suatu kegiatan berbeda-beda? Perbedaan besar usulan belanja sebuah kegiatan paling tidak ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini:

* Perbedaan jenis kegiatan. Perbedaan jenis kegiatan akan cenderung menyebabkan perbedaan pada besar usulan belanja. Umumnya, besar usulan belanja kegiatan pelatihan akan berbeda dengan besar usulan belanja kegiatan pembangunan. Kegiatan pelatihan dan kegiatan pembangunan adalah dua jenis kegiatan yang berbeda.

* Perbedaan target kinerja yang hendak diwujudkan. Besar belanja kegiatan A yang menargetkan 30 orang trampil akan berbeda dengan kegiatan pelatihan B yang menargetkan 50 orang trampil. Besar usulan belanja kegiatan C pun akan berbeda dengan kegiatan A jika target kinerja kegiatan C hanyalah “30 orang peserta paham”. Mengapa, karena trampil tidak sama dengan paham!

* Perbedaan langkah-langkah penyelesaian kegiatan yang bersangkutan. Pada umumnya, semakin banyak langkah yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, maka biaya pelaksanaan kegiatan tersebut pun cenderung meningkat.

* Perbedaan kebutuhan objek belanja. Bila kegiatan pelatihan A ini cenderung membutuhkan barang X yang lebih mahal, maka besar usulan belanja kegiatannya pun cenderung akan lebih tinggi.
Perbedaan harga satuan. Penggunaan harga satuan yang berbeda untuk satu objek belanja akan cenderung menghasilkan total belanja yang berbeda-beda.

* Perbedaan dasar penurunan (perumusan) dan penghitungan usulan belanja. Apakah dasar penghitungan belanja? Apakah target keluaran (output), atau target hasil (outcome), atau target capaian program? Perbedaan dasar penghitungan akan cenderung menghasilkan besar usulan belanja yang berbeda. Belanja yang diturunkan dan dihitung berdasarkan target keluaran (output) akan cenderung lebih rendah daripada kegiatan yang dasar penetapan belanjanya adalah target hasil (outcome) atau target capaian program. Pada umumnya, semakin tinggi tingkat target kinerjanya, maka semakin besar pula nilai usulan belanjanya.

* Perbedaan persepsi perencana tentang ketidakstabilan harga di masa-masa yang akan datang. Bila si perencana kegiatan sangat yakin bahwa harga-harga relatif tidak stabil sedangkan harga satuan resmi relatif rendah, maka ada kecenderungan bagi si perencana untuk melakukan penggelembungan (mark-up) usulan belanja. Untuk apa mark-up tersebut? Dalam konteks ini, penggelembungan usulan belanja dilakukan untuk antisipasi kebutuhan belanja yang belum diketahuinya pada saat merencanakan kegiatan yang bersangkutan.

* Perbedaan pemahaman perencana kegiatan tentang kompleksitas kegiatan yang bersangkutan. Bila si perencana kegiatan sangat awam tentang kegiatan yang direncanakannya, maka ada kecenderungan si perencana akan sangat berhati-hati dalam menyusun usulan belanjanya dengan cara me-mark-up usulan belanjanya.
Untuk apa mark-up tersebut? Dalam konteks ini pun, penggelembungan usulan belanja dilakukan untuk antisipasi kebutuhan belanja yang belum diketahui pada saat merencanakan kegiatan yang bersangkutan.

  1. ramutunan
    17 Januari 2008 pukul 3:58 am

    Perbedaan dasar penurunan (perumusan) dan penghitungan usulan belanja

    Setuju!

    BTW, rata-rata kita menurunkan belanja dari target output dan bukan dari target outcome. Alasannya: lebih murah

    Benarkah?

  1. 15 Februari 2008 pukul 4:03 am
  2. 13 Oktober 2008 pukul 4:57 pm
  3. 12 Mei 2010 pukul 1:44 am

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: