Beranda > Diskusi > Alasan Hidup SKPD dan Kinerja SKPD

Alasan Hidup SKPD dan Kinerja SKPD

Dalam tulisan ringkas di link ini disebutkan bahwa Akuntabilitas SKPD adalah salah satu Dasar yang harus diperhatikan dalam Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

Pada diskusi offline mengemuka bahwa substansi tulisan tersebut belum dapat terdeskripsikan secara lebih rinci. Untuk itu, tulisan ini akan mencoba memberikan gambaran yang mudah-mudahan lebih detail.

Misalkan kita akan merumuskan indikator kinerja suatu SKPD. Indikator tersebut dimisalkan akan digunakan untuk menilai keberhasilan SKPD tersebut dari tahun ke tahun dan dari SKPD yang sama di Kab/Kota lainnya. Untuk itu, tentunya kita akan mencari indikator kinerja pada tingkat SKPD dan bukan pada tingkat program atau kegiatan.

Pertanyaan sederhana yang dapat kita ajukan untuk secara langsung menyelesaikan tugas kita ini adalah:

Apakah Indikator Keberhasilan SKPD XYZ ini?

Kepada pembaca, cobalah menjawab pertanyaan di atas. Berusaha menjawab pertanyaan di atas, kita terbentur akibat informasi yang kurang lengkap sehingga cenderung akan mengajukan pertanyaan:

keberhasilan mewujudkan apa?

Dari uraian di atas jelaslah bahwa pada kasus kita ini, sebelum dapat merumuskan INDIKATOR KINERJA SKPD, terlebih dahulu kita harus memahami TUJUAN UTAMA (Ultimate Goals) dari SKPD tersebut.

Bila kita tidak mengetahui TUJUAN UTAMA SKPD, maka kita akan sulit menentukan indikator keberhasilan SKPD tersebut. Kita bingung menentukan apa sajakah keberhasilan dari SKPD tersebut. Bila pun tanpa informasi tujuan utama SKPD kita masih dapat mencari dan merumuskan indikatornya, tetapi bisa jadi indikator yang didapatkan relatif kurang baik. Bisa terjadi bahwa indikator yang kita dapatkan kurang mengukur apa yang seharusnya diukur. Bisa juga indikator yang kita dapatkan relatif kurang konsisten akibat perbedaan pemahaman tentang tujuan utama SKPD tersebut.

Dari manakah kita mengetahui TUJUAN UTAMA SKPD? Substansi tujuan SKPD ini dapat kita gali dari ALASAN HIDUP SKPD yang bersangkutan. Secara formal, substansi alasan hidup ini dapat digali dari TUGAS POKOK DAN FUNGSI SKPD yang dideskripsikan dalam Perda Pembentukan, Kedudukan, dan Susunan SKPD tersebut.

Dari sini jelas bahwa ketidaktepatan pembentukan SKPD akan berpengaruh pada kinerja SKPD yang bersangkutan. Bila Alasan hidupnya tidak jelas, maka tujuannya pun relatif kurang jelas. Jika tujuannya kurang jelas, maka kita sulit menentukan (indikator) keberhasilan SKPD yang bersangkutan.

Seperti yang disebutkan oleh Tom Peters bahwa:


“Sesuatu yang bisa diukur dapat dikerjakan.
Jika kita tidak dapat mengukur hasil, maka kita tidak bisa membedakan antara keberhasilan dengan kegagalan.
Jika kita tidak dapat melihat hasil, maka kita tidak bisa menghargainya.
Jika kita tidak dapat menghargai keberhasilan, kemungkinan besar kita sedang menghargai kegagalan.
Jika kita tidak dapat melihat keberhasilan, maka kita tidak dapat belajar darinya.
Jika kita tidak dapat mengenali kegagalan, maka kita tidak akan dapat memperbaikinya.
Jika kita dapat menunjukkan hasil, maka kita akan memenangkan dukungan masyarakat.”

  1. Dady
    25 April 2011 pukul 1:08 am

    Terimakasih atas jawabannya pak🙂

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: