Beranda > Berita, Keuangan Daerah > Membangun Sistem Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

Membangun Sistem Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

Sumber: www.bpkp.go.idPekanbaru, 14 Mei 2008. Diperlukan Action Plan atas Enam Bidang Perbaikan untuk Membangun Sistem Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel. Ketua BPK-RI, Anwar Nasution, menegaskan bahwa Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tiga tahun terakhir (2004 – 2006) menunjukkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah semakin memburuk.Oleh karena itu diperlukan percepatan perbaikan sistem keuangan daerah melalui langkah-langkah konkrit, terjadwal dan melibatkan seluruh komunitas akuntabilitas di daerah. Hal ini disampaikan dalam acara Dialog Publik bertema ”Membangun Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat” di Pekanbaru.Berikut ini beberapa hal penting yang disampaikan Ketua BPK RI:1. Persentase LKPD yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama periode 2004-2006 semakin menurun setiap tahunnya.Sebaliknya, LKPD dengan opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) dan Tidak Wajar (TW) justru semakin meningkat. Hasil Pemeriksaan atas 459 LKPD Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 3 LKPD yang memperoleh opini WTP dan masih ada enam LKPD yang belum disampaikan ke BPK RI sampai akhir 2007.2. Setidaknya ada enam bidang yang perlu mendapat perhatian untuk dapat membuat sistem keuangan pemerintah daerah lebih transparan dan akuntabel, yang merupakan prasyarat utama untuk menuju opini Wajar Tanpa Pengecualian. Keenam bidang tersebut adalah:

  1. Sistem Pembukuan yang perlu diperbaiki secara mendasar untuk kesesuaiannya dengansistem yang diterapkan oleh Menteri Keuangan,
  2. Sistem Aplikasi Teknologi Komputer yang menjamin sinkronisasi dan intregasi data keuangan,
  3. Inventarisasi Aset dan Hutang,
  4. Jadwal waktu penyusunan laporan keuangan dan pemeriksaan serta pertanggungjawaban anggaran,
  5. Quality Assurance atas LKPD oleh Pengawas Intern, dan
  6. Sumber Daya Manusia, yaitu penetapan status bendahara sebagai jabatan fungsional, pengetahuan dasar ilmu akuntasi bagi bendahara atau petugas pembukuan, dan penggunaan tenaga BPKP atau pelatihan akuntansi keuangan daerah.

3. Langkah untuk membangun sistem keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, yaitu:

  • Pemerintah daerah menandatangani management representative letter dalam setiap pemeriksaan BPK RI untuk menunjukkan komitmen dan tanggungjawabnya terhadap upaya perbaikan sistem keuangan daerah;
  • Pemerintah daerah menentukan kapan mencapai opini WTP dengan menyusun action plan yang memuat apa yang harus dilakukan, aspek atau bidang apa yang perlu diperbaiki, bagaimana caranya, siapa yang melakukannya dan kapan atau jadwal kegiatannya;
  • Depdagri, Depkeu, dan Departemen teknis berkoordinasi untuk menyusun suatu desain yang jelas dalam melaksanakan paket tiga UU Keuangan Negara Tahun 2003-2004 dalam kaitannya dengan otonomi daerah untuk meniadakan serangkaian peraturan yang tidak jelas, multi tafsir, rumit, tidak stabil dan sering berubah;
  • Pemerintah daerah menggunakan universitas setempat dan BPKP untuk memperbaiki sistem keuangan daerah dan aplikasi komputernya, serta meningkatkan SDM melalui pelatihan akuntansi keuangan daerah, dan penyediaan tenaga pembukuan yang trampil;
  • DPRD membentuk panitia akuntabilitas publik untuk mendorong pemerintah daerah dan menindaklanjuti temuan BPK RI untuk perbaikan sistem pengendalian intern dan percepatan pembangunan sistem keuangan daerah, termasuk penyusunan peraturan daerah terkait.

BPK berharap agar langkah tersebut di atas dapat segera dilaksanakan dengan baik. Buruknyatranparansi dan akuntabilitas keuangan daerah meningkatkan peluang kebocoran dan menghambat kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan kesejahteraan pada rakyatnya.Sumber: www.bpkp.go.id

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: