Beranda > Berita, Keuangan Daerah > Anggaran untuk Kinerja: Membuat Uang Bekerja untuk Indonesia

Anggaran untuk Kinerja: Membuat Uang Bekerja untuk Indonesia

Jakarta, 26 Mei 2008 – Setiap kali uang dikeluarkan, mengharapkan laba atas investasi tersebut merupakan hal yang alami. Anda membelanjakan uang membeli makanan, Anda berharap agar keluarga Anda tidak kelaparan selama X hari. Anda menghabiskan uang untuk pendidikan anak Anda, Anda berharap agar anak Anda bertambah pintar. Anda menginvestasikan uang Anda di pasar saham, Anda berharap untuk mendapatkan laba yang besar.

Anehnya, logika yang sama tidak selalu berlaku pada anggaran negara. Anggaran publik konvensional menganggap sejumlah besar uang dibelanjakan demi berjalannya mesin negara – gaji, pengadaan, biaya operasi, dan lainnya. Apakah mesin tersebut menghasilkan sesuatu sering kali tidak diberi banyak perhatian dalam proses perencanaan anggaran.

Selama beberapa dasawarsa, anggaran negara Indonesia dibuat secara konvensional. Hanya setelah terjadi krisis keuangan, administrator negara mulai memikirkan kembali proses penganggaran secara serius. Perubahan dalam pola pikir ini akhirnya menghasilkan penerbitan Undang-Undang 17/2003 mengenai Keuangan Negara, yang mengubah standar – yaitu, belanja rutin dan pembangunan – dan mengonsolidasikannya menjadi satu anggaran bersama. Undang-undang ini pun memperkenalkan perencanaan pengeluaran jangka menengah dan konsep pengganggaran berbasis kinerja. Hal terakhir ini kemudian menjadi fokus konferensi internasional satu hari di Jakarta.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Keuangan Negara (APIK) yang meminta Bank Dunia, International Monetary Fund, Organization for Economic Cooperation and Development, Komisi Eropa dan Pemerintah Belanda untuk membagikan pengalaman mereka masing-masing dalam reformasi anggaran dengan pejabat pemerintah Indonesia dan anggota DPR.

Modernisasi proses anggaran bukan merupakan agenda yang hanya berlaku bagi Indonesia. Banyak negara lain yang telah terlebih dahulu memulai hal ini dalam tahun-tahun belakang ini”, ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Joachim von Amsberg, dalam sambutan pembukaannya. Dalam konferensi ini ada kekayaan pengalaman global dan regional, yang diharapkan von Amsberg akan membantu Indonesia “mencari cara baru dalam mengarahkan sumber daya ke area yang memberikan hasil yang besar.”

Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang memberi kata sambutan pada konferensi tersebut, mengingatkan semua rekannya bahwa banyak negara telah melakukan reformasi anggaran, dan dalam beberapa kasus, hal ini membutuhkan waktu sampai sepuluh tahun dalam menyempurnakan prosesnya. Tantangan utamanya, ujar menteri, terletak dalam menentukan hasilnya – terutama karena hasil bagi sebagian departemen, misalnya Pertahanan dan Pariwisata, tidak mudah untuk diukur.

Anggaran berbasis kinerja atau anggaran yang berorientasi pada hasil pada dasarnya merupakan proses pengalokasian dana ke area yang akan membantu pemerintah memenuhi tujuan pembangunan dan akhirnya dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Karena setiap departemen dalam setiap pemerintahan pada intinya bekerja untuk melayani masyarakat, menentukan peringkat dalam daftar prioritas pemerintah jelas bukanlah hal yang mudah. Apakah kita akan membangun lebih banyak sekolah atau memperkuat armada angkata laut kita? Apakah kita akan memberikan lebih banyak vaksinasi polio secara gratis atau cakupan internet pita lebar untuk seluruh negara? Setiap departemen dapat memberikan argumentasi tanpa akhir mengenai pentingnya dan keuntungan agenda mereka masing-masing. Agar pemerintah berhasil mereformasi proses anggaran dan memajukan agenda pembangunannya, kepemimpinan yang kuat – yang mampu menetapkan prioritas dengan tegas – menjadi sangat penting.

Sumber: http://web.worldbank.org/
Materi Presentasi pada acara tersebut dapat di download pada link sumbernya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: