Beranda > Berita, Kelembagaan, Kesejahteraan Rakyat > Indonesia Naik dalam Pengendalian Korupsi dan Mengalahkan Beberapa Negara Tetangga dalam Hak Suara dan Pertanggungjawaban

Indonesia Naik dalam Pengendalian Korupsi dan Mengalahkan Beberapa Negara Tetangga dalam Hak Suara dan Pertanggungjawaban

Sumber: http://go.worldbank.org/7NLRAYYW30

JAKARTA, 24 Juni 2008 – Update Indikator Tata Kelola Global (Worldwide Governance Indicators/WGI) dikeluarkan hari ini. Dorongan Indonesia untuk meningkatkan tata kelola dan mengurangi korupsi terus memberikan hasil di semua area dan peningkatan substansial dalam penilaian mengenai Hak Suara & Pertanggungjawaban, Pengendalian Korupsi serta Efektivitas Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Kemajuan ini merupakan cerminan dari negara yang para pemimpin politik, pembuat kebijakan, masyarakat sipil dan sektor swastanya memandang tata kelola yang baik dan pengendalian korupsi sebagai hal penting bagi kesinambungan dan meratanya pertumbuhan,” ujar Daniel Kaufmann, salah satu penulis laporan sekaligus Direktur Tata Kelola di Institut Bank Dunia. “Dalam satu dasawarsa di era reformasi, Indonesia menunjukkan semua tanda-tanda pertumbuhan demokrasi – kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul, kebebasan pers, dan sekarang kebebasan informasi publik.”

WGI mengukur enam kategori besar tata kelola: hak suara dan pertanggungjawaban; stabilitas politik dan tidak adanya kekerasan; efektivitas pemerintah; kualitas peraturan; supremasi hukum; dan pengendalian korupsi. Update tahun ini, berjudul Governance Matters VII, merupakan bagian ketujuh dari studi sepuluh tahun yang dilakukan para peneliti Bank Dunia. Laporan ini mencatat peningkatan Indonesia dalam keenam indikator yang pada kenyataannya mengalahkan negara-negara lain di Wilayah ini dalam hak suara dan pertanggungjawaban.

Peningkatan berkesinambungan Indonesia dalam peringkat pengendalian korupsi, dari tahun ke tahun, merupakan hal yang paling menggembirakan,” ujar Joachim von Amsberg, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. “Walaupun ada peningkatan ini, peringkat Indonesia menunjukkan bahwa peperangan melawan korupsi merupakan upaya jangka panjang dan perjalanannya masih jauh. Tindakan lebih lanjut untuk memerangi korupsi dapat memberi kontribusi besar bagi kemajuan sosial dan ekonomi.”

Laporan WGI merupakan upaya untuk membangun serangkaian indikator tata kelola lintas negara yang komprehensif. Indikator tersebut mencakup 212 negara dan wilayah, memanfaatkan 35 sumber data yang berbeda untuk mendapatkan pandangan puluhan ribu responden survei di seluruh dunia, serta ribuan ahli di sektor swasta, LSM, dan publik. WGI digunakan oleh para pembuat kebijakan dan kelompok masyarakat sipil di seluruh dunia sebagai alat untuk menilai tantangan tata kelola dan memonitor reformasi, serta oleh para akademisi yang meneliti sebab dan konsekuensi tata kelola yang baik.

Latar Belakang: Indikator Tata Kelola Global 2008

Sama halnya dengan konsensus mengenai pentingnya tata kelola yang baik untuk pembangunan dan efektivitas bantuan, usaha untuk mengukur dan memonitor kinerja tata laksana pun telah berkembang.

Proyek Indikator Tata Kelola Global (Worldwide Governance Indicators/WGI) berusaha untuk mengukur tata kelola dengan menggabungkan atas pandangan dan laporan dari berbagai sumber, termasuk di antaranya Economist Intelligence Unit, Latinobarometro, Afrobarometer, World Economic Forum, Freedom House, Gallup World Poll, Bertelsmann Transformation Index, Institutional Profile Database by French Government Agencies, OECD Development Center African Economic Outlook, Global Integrity Index, Political and Economic Risk Consultancy in Asia, dan Reporters without Borders.

Tata kelola didefinisikan oleh para penulis WGI sebagai tradisi dan lembaga yang melaksanakan wewenang suatu negara. Hal ini mencakup proses pemilihan, pengawasan dan penggantian pemerintah; kapasitas pemerintah untuk merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang sehat secara efektif; serta rasa hormat warga negara kepada dan keadaan lembaga yang mengatur interaksi ekonomi dan sosial.

WGI mengukur enam definisi besar tata kelola yang merangkum elemen utama definisi ini:

  1. Hak Suara dan Pertanggungjawaban(Voice and Accountability): lingkup di mana warga negara dapat berpartisipasi dalam memilih pemerintah mereka, sekaligus kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul, dan kebebasan media.
  2. Stabilitas Politik dan Tidak Adanya Kekerasan (Political Stability and Absence of Violence): kemungkinan pemerintah mengalami destabilisasi melalui cara-cara yang tidak konstitusional atau kekerasan, termasuk terorisme.
  3. Efektivitas Pemerintah (Government Effectiveness): kualitas layanan publik, kapasitas layanan masyarakat dan kebebasannya dari tekanan politik; kualitas perumusan kebijakan.
  4. Kualitas Peraturan (Regulatory Quality): kemampuan pemerintah untuk menyediakan peraturan dan kebijakan yang sehat yang memampukan dan mendukung perkembangan sektor swasta.
  5. Supremasi Hukum (Rule of Law): lingkup di mana para pelaku memiliki keyakinan dan mematuhi aturan masyarakat, termasuk kualitas penegakan kontrak, hak milik, polisi, dan pengadilan, serta kemungkinan kejahatan dan kekerasan.
  6. Pengendalian Korupsi (Control of Corruption): lingkup di mana kekuasaan publik dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, termasuk bentuk korupsi kecil dan besar, sekaligus “hasil jarahan” negara oleh para elite dan kepentingan swasta.

Laporan lengkap “Governance Matters VII”, gabungan temuan utama, dan update data WGI baru tersedia di http://www.govindicators.org

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dukungan Bank Dunia untuk Indonesia kunjungi: www.worldbank.org/id

  1. 25 Juli 2008 pukul 4:09 pm

    Menarik mencermati indikator Efektivitas Pemerintah (Government Effectiveness). Didalamnya disebutkan bahwa indikatornya adalah:
    a. kualitas layanan publik,
    b. kapasitas layanan masyarakat,
    c. kebebasan layanan masyarakat dari tekanan politik, dan
    d. kualitas perumusan kebijakan.

    Ada yang lebih detail nggak ya. Kalau ada yang detail berupa check-list, kita bisa aplikasikannya di daerah

  2. 25 Juli 2008 pukul 4:13 pm

    Sori kelupaan. Minta khusus agar jadi topik diskusi dong.

  1. 26 Juli 2008 pukul 10:53 am

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: