Beranda > Berita, Featured, Kesejahteraan Rakyat > Berinvestasi pada Kelembagaan Masyarakat Indonesia

Berinvestasi pada Kelembagaan Masyarakat Indonesia

Indonesia telah menempuh perjalanan panjang tapi masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam pengentasan kemiskinan, penyelenggaraan dan penyediaan layanan publik serta kepemerintahan (governance).

Tahun 2007, hampir separuh dari penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan atau berada sedikit di atas garis kemiskinan nasional. Peluang kerja terus bertumbuh lebih lambat dari pertumbuhan populasi. Kualitas layanan publik masih belum benar-benar mewakili negara berpendapatan menengah. Wilayah timur Indonesia tetap tertinggal, sementara Indonesia secara keseluruhan masih mendapat nilai rendah dalam beberapa indikator kesehatan dan infrastruktur.

Dalam mengatasi tantangan ini, Indonesia tidak terhambat oleh kurangnya sumber daya keuangan tapi oleh kurangnya pertanggungjawaban dan prosedur yang efektif dalam lembaga-lembaganya. Lembaga yang efektif tahu bagaimana menggunakan sumber daya yang tersedia dan mengubahnya menjadi hasil pembangunan yang lebih baik. Lembaga yang efektif tahu bagaimana membelanjakan anggaran secara bijaksana dan membangun sekolah, klinik, dan sumber penghasilan yang lebih baik.

Bagaimana Kelompok Bank Dunia Mendukung Upaya Indonesia dalam Memperkuat Kelembagaannya?

Tahun ini, Kelompok Bank Dunia telah menyetujui Country Partnership Strategy (CPS) baru untuk Indonesia. Strategi ini, yang dikembangkan melalui konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, akan mengatur program Kelompok Bank Dunia mulai dari tahun fiskal 2009 sampai 2012. Dalam empat tahun mendatang, Kelompok Bank Dunia akan terus mendukung program dan solusi Indonesia sendiri dalam mengatasi tantangan pembangunannya

Dalam memenuhi tantangan ini, CPS baru Kelompok Bank Dunia untuk Indonesia akan berfokus pada investasi dalam kelembagaan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan program pemerintah yang ada, memperkuat lembaga yang terlibat (lembaga negara dan nonnegara), serta mendorong pihak lain untuk mencontohnya. Semua upaya dalam pendekatan ini akan dipandang melalui “lensa kelembagaan” – yang berarti bahwa semua investasi, layanan pemberian saran, dan layanan analitis, akan berfokus pada lembaga, sektor, sistem dan program yang akan membantu mempromosikan efektivitas kelembagaan.

Pendekatan ini akan memastikan bahwa Kelompok Bank Dunia mendukung lembaga dan sistem di tingkat pusat dan daerah, yang mencakup lima area keterlibatan inti:

  • Pembangunan sektor swasta.
    Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu membuat sektor swasta Indonesia menjadi pendorong pertumbuhan yang luas, dan pada gilirannya, meningkatkan daya saing Indonesia secara regional dan global.
  • Infrastruktur
    Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih baik dengan memobilisasi sumber daya keuangan dan manusia yang diperlukan untuk mendukung rencana infrastruktur Indonesia.
  • Pengembangan masyarakat dan perlindungan sosial
    Kelompok Bank Dunia akan terus mendukung Pemerintah dalam perancangan dan perluasan program yang mempromosikan pertumbuhan dan perlindungan sosial yang lebih inklusif, sekaligus memastikan pertanggungjawaban yang lebih besar dari pejabat terpilih dan penyedia layanan.
  • Pendidikan
    Kelompok Bank Dunia bertujuan membantu Pemerintah menyelesaikan transformasi sektor pendidikan dengan membagi area-area utama agenda reformasi pendidikan Pemerintah, seperti membangun mekanisme pertanggungjawaban sosial, mendorong transparansi eksternal dan akses terhadap informasi, serta meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi.
  • Kesinambungan lingkungan dan mitigasi bencana.
    Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Indonesia menjadi model bagi negara-negara berkembang dalam beradaptasi dengan perubahan iklim.

Fokus pada kelembagaan terkait pada kenyataan bahwa pembiayaan Kelompok Bank Dunia saat ini hanya mewakili sedikit bagian dari anggaran nasional Indonesia. Porsi yang kecil ini hanya dapat memberi dampak jika dapat memanfaatkan porsi investasi swasta atau belanja publik Indonesia sendiri yang jauh lebih besar. Keseluruhan strategi hanya dapat membuat perbedaan jika Kelompok Bank Dunia fleksibel – terutama sehubungan dengan pemilihan umum 2009 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010 – serta mampu membangun dan mempertahankan hubungan.

Sumber:http://go.worldbank.org/G79BESUFV0

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: