Beranda > Diskusi, Perencanaan Pembangunan, Sektoral > Curah Gagasan sebagai Cara Sederhana Identifikasi Kegiatan

Curah Gagasan sebagai Cara Sederhana Identifikasi Kegiatan

rusmanik di acehLingkungan yang bersih, asri, sehat dan aman akan meningkatkan kenyamanan hidup. Ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi daerah perkotaan. Khusus masalah persampahan, berdasarkan data-data BPS tahun 2000, dari 384 kota yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanyalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 % , yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %.

Siapakah pelaku utama dalam manajemen persampahan, kebersihan, kesehatan dan keasrian lingkungan? Banyak pihak terlibat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman. Diantaranya, peran serta masyarakat sangat penting dan strategis untuk mewujudkan kondisi tersebut.

Bilapun peran para pihak lainnya sangat tinggi, tetapi bila tidak diikuti oleh masyarakat, maka akan sangat sulit untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman.

Optimalisasi peran serta masyarakat adalah pilihan strategis untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman. Bagaimanakah caranya? Ini adalah pertanyaan yang akan dibahas pada tulisan ini.

Pada pelatihan kepada SKPD mitra waste management program di Nanggroe Aceh Darusalam yang dilaksanakan oleh ReDesign Consulting dan UNDP, dimana kami berkesempatan menjadi fasilitatornya, mencoba menggali gagasan untuk mendapatkan pilihan kegiatan yang tepat dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam manajemen persampahan, kebersihan, kesehatan dan keasrian lingkungan.

Pertanyaan kunci yang ditanyakan saat curah gagasan tersebut adalah: ”Bagaimana agar masyarakat OTOMATIS mengelola sampah serta memelihara kebersihan kesehatan dan keasrian lingkungannya?”

Curah gagasan ini dilakukan dengan cara silent brainstroming; peserta secara sendiri-sendiri memberikan jawaban hipotetisnya di sebuah kertas. Cara seperti ini diterapkan untuk mengurangi kerikuhan peserta dalam memberikan jawaban hipotetisnya.

Selanjutnya, untuk ”memaksa” munculnya ide-ide kreatif dan inovatif, kepada peserta diberi kuota ide sebanyak 10 ide; kepada setiap peserta dipaksa untuk memberikan 10 jawaban hipotetis untuk pertanyaan di atas.

Beberapa hasil curah gagasan peserta yang berhasil direkam adalah sebagai berikut.

  1. Pengenalan pola pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis bagi kelompok masyarakat.
  2. Peningkatan kesadaran kritis masyarakat tentang bahaya penyakit akibat sampah.
  3. Adanya peraturan yang disertai sanksi bagi masyarakat yang tidak menjaga kebersihan, kesehatan dan keasrian lingkungannya.
  4. Pemberian insentif/penghargaan untuk lingkungan bersih, sehat dan asri.
  5. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di tiap lingkungan.
  6. Peningkatan peran ajaran agama untuk mengembangkan budaya bersih, sehat dan asri.
  7. Penegakan standar persyaratan lingkungan perumahan pada perumahan yang sudah ada dan yang masih dalam rencana pengembangan.
  8. Insentif bagi masyarakat yang berprestasi dalam pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan
  9. Pembudayaan gerakan Jum’at bersih.
  10. Muralisasi untuk pengembangan kesadaran kritis masyarakat tentang kebersihan, kesehatan dan keasrian lingkungannya.
  11. Pengembangan unit usaha pengelolaan persampahan berbasis masyarakat setempat.
  12. Lomba lingkungan bersih, sehat, asri dan aman.
  13. Pengenalan dan pembudayaan pendekatan reduce, reuse dan recycle (3 R)

Ide yang terkumpul di atas dapat dijadikan sebagai titik awal identifikasi kegiatan terbaik untuk mengatasi permasalahan yang menjadi fokus pertanyaan curah gagasan. Beberapa diantaranya dapat dikombinasikan sedemikian rupa untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman.

Cara brainstorming ini adalah metode sederhana untuk mengumpulkan gagasan dari peserta yang merupakan ahli di bidangnya untuk mendapatkan pilihan kegiatan yang inovatif, kreatif, efisien, efektif serta tidak membebani APBD.

  1. Gifar
    12 Agustus 2010 pukul 8:12 pm

    Bagus

  1. 12 Mei 2010 pukul 1:43 am

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: