Beranda > Diskusi > Research Questions yang Hot pada Domain Manajemen Keuangan Daerah

Research Questions yang Hot pada Domain Manajemen Keuangan Daerah

tanya2Manajemen Keuangan Daerah merupakan salah satu bagian inti dari Kebijakan Publik di Daerah. Berpengaruh menentukan kinerja Pemda dalam peningkatan kesejahteraan rakyat di Daerah.

Banyak hal dari Manajemen Keuangan Daerah yang masih perlu digali, diteliti, dan dikaji untuk kemudian menemu-kenali rekomendasi yang relevan untuk perbaikan Manajemen Keuangan di Daerah.

Tulisan ini menjadi pembuka untuk curah pendapat tentang research question yang hot pada domain Manajemen Keuangan Daerah. Tulisan ini diinspirasi oleh Pak Abshor pada link ini. Pesan yang disampaikan adalah:

sy sdg menrancang penltn dg topik anggaran dg objek APBD Pemda. mhn bantuan hot isue dari perspektif manajemen keuangan. tks

Kepada Bapak / Ibu / Saudara yang sedang berkunjung, kami mohon kesediannya untuk ikut serta dalam curah pendapat melalui form komentar.

Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan terima kasih.

  1. 6 November 2008 pukul 2:13 am

    Saya, penasaran tentang:

    1. Apakah penerapan anggaran kinerja sudah bagus (dalam mewujudkan intended goals-nya)?

    Bila ya, apakah buktinya? Bila belum, mengapa belum bagus dan apa syarat-syarat yang harus disediakan agar lebih berhasil guna dan berdaya guna?

    2. Bagaimanakah model penentuan plafon anggaran dalam sistem anggaran kinerja yang saat ini diterapkan?

    Bagaimankah model terbaik yang seharusnya diterapkan?

    3. Apakah penerapan Anggaran Berbasis Kinerja berpengaruh terhadap Indeks Kepuasan Pelanggan?

    4. Seberapa besar opportunity cost dari cash-on-hand-yang-menganggur di SKPD?

    Apakah determinannya dan bagaimana implikasinya terhadap Manajemen Arus Kas? Berapa rupiahkah cash on hand menganggur yang maksimal ada di SKPD?

    5. Apakah cara pengelolaan Arus Kas berpotensi meningkatkan korupsi? Bila ya, apakah buktinya dan seberapa besar?

    6. Apakah dengan penerapan anggaran berbasis kinerja kegiatan SKPD semakin ekonomis, efisien dan efektif?

    Bila ya, apakah buktinya? Bila belum, mengapa terjadi sedemikian dan apa rekomendasinya?

    7. Apakah SKPD peduli pada value for money? Atau, apakah SKPD memiliki cost awareness? Bila ya, apakah buktinya?

    Bila tidak, mengapa terjadi sedemikian dan apa rekomendasinya?

    8. Sejauhmanakah kepedulian kepala SKPD dan Kabid di SKPD terhadap pencapaian target kinerja pada tingkat Capaian Program?

    Bila sudah tinggi, apakah buktinya? Bila tidak, mengapa terjadi sedemikian dan apa rekomendasinya?

    9. . . .

  2. 6 November 2008 pukul 10:20 am

    Saya juga pernah berkomentar tentang ide-ide penelitian di: http://syukriy.wordpress.com/penelitian/. Silahkan menuju link tersebut. Beliau akan dengan sangat senang hati berdiskusi dengan researcher 😉

    Untuk kemudahan, baiklah bila beberapa dari research questions menarik itu kita ketik ulang di sini.

    1. Mengapa Akuntabilitas (Kinerja) Pemda masih rendah dan Apa rekomendasi strategis untuk meningkatkan Akuntabilitas (Kinerja) Pemda?

    2.Bagaimanakah kualitas pelaksanaan pemeriksaan APBD di Indonesia? Apakah pola pemeriksaan yang saat ini berlaku berpotensi besar pada perbaikan akuntabilitas kinerja SKPD atau Pemda)?

    3.Mengapa pemeriksaan APBD yang telah dilakukan belum membawa efek peningkatan (akuntabilitas kinerja) pemda di tahun-tahun berikutnya?

    4.Kearah manakah orientasi pemeriksaan APBD yang selama ini dilakukan?

    5.Apakah dalam cara pelaksanaan pemeriksaan yang saat ini dilakukan ada eksploitasi dari pemeriksa ke terperiksa? Bila ada, seperti apakah bentuk-bentuk ekploitasinya?

    6.Apakah rekomendasi hasil pemeriksaan telah membawa efek positif pada peningkatan akuntabilitas pemda? Bila belum, mengapa hal ini bisa terjadi?

    7.Apakah yang ada dalam pikiran para terperiksa ketika menghadapi pemeriksaan APBD?

    8.Apakah pihak terperiksa memiliki kesadaran kritis bahwa pemeriksaan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan akuntabilitas kinerja?

    9.Dari berbagai jenis pemeriksaan APBD, jenis manakah yang paling sering dilakukan? Apakah efek positif dan atau efek negatif dari hal tersebut?

    10.Hal-hal apakah yang harus ada sehingga pemeriksaan APBD benar-benar dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja Pemda.

    Daftar di atas tidak urut, tetapi ditulis secara acak. Barangkali di antaranya ada yang saling terkait dan atau berada dalam satu kategori.

  3. 7 November 2008 pukul 12:50 am

    Saya juga sangat penasaran tentang:

    1. Mengapa banyak kegiatan yang seharusnya dikerjakan sendiri oleh staf SKPD ybs justeru lebih cenderung diserahkan kepada pihak ketiga?

    Apakah dampaknya pada kapasitas organisasi dan personil SKPD yang bersangkutan?

    2. Apakah SKPD lebih menyukai kondisi realisasi penyerapan anggaran 100% dibanding dengan kondisi berhasil menghemat anggaran? Mengapa hal tersebut terjadi?

    3. Apakah sisi lemah dari Permendagri yang mengatur tentang pengelolaan keuangan daerah?

    4. Apakah ada dana Pemda yang secara sengaja “dianggurkan” pada deposito dan atau surat berharga lainnya? Mengapa terjadi dan apa determinannya? Apa pula dampaknya pada kinerja pemda?

    5. Bagaimanakah keragaan pembahasan RAPBD antara TAPD dengan Panggar? Apakah prosedur pembahasan yang sekarang ini cenderung meningkatkan kualitas hasil pembahasan (=APBD)?

    Apakah “niat” para pihak ketika pembahasan RAPBD tersebut?

    6. Seberapa banyakkah hasil musbangdes dimasukkan pada APBD? Bila masih sedikit, pihak manakah yang kurang fungsional sehingga kejadian tersebut terjadi? Bagaimanakah rule of the game terbaik sehingga hasil musbangdes dapat masuk ke APBD?

    7. Apakah ada pembahasan yang memadai di lingkungan SKPD saat mengusulkan RKA SKPD? Bila tidak, mengapa terjadi dan apa dampaknya pada kinerja pada SKPD yang bersangkutan?

    8. Permasalahan apakah yang umum terjadi pada tahap pelaksanaan RKA SKPD?

    9. . . .

  4. 8 November 2008 pukul 1:15 pm

    Sangat menarik. Bagus juga bagi kita di Daerah. Sangat lebih baik bila tiap isu tersebut disusun dalam Policy Brief.

    Supaya kita tahu: mengapa menjadi masalah, apa penyebabnya dan bagaimana respon terbaiknya.

    Terima kasih

    BTW: situsnya udah makin mudah diakses koq

  5. 8 November 2008 pukul 3:26 pm

    Selamat sore mbak Yuana. Lama tidak berkomentar. Sedang sibukkah?

    Sangat bagus idenya. Kumpulan permasalahan atau kumpulan rasa ingin tahu ini sebaiknya tidak berhenti pada daftar semata.

    Sangat baik bila dikaji secara ilmiah dan disajikan secara populer sebagai masukan untuk perbaikan pengelolaan keuangan di Daerah.

    Bila ada waktu, kami akan mencoba menganalisisnya dan menyajikannya dalam format Policy Brief. Tetapi tidak janji ya 😉 Maaf.

    Akan sangat menarik bila Policy Brief tersebut benar-benar berisi ringkasan:

    * Mengapa menjadi masalah,
    * Apa penyebabnya,
    * Apa dampak negatifnya, serta
    * Berisi jawaban atas pertanyaan bagaimana respon terbaiknya.

    Policy Brief yang ringkas (+/- 2 halaman), relevan, to the point tetapi jelas.

    Kami juga berharap ada pengunjung yang telah pernah meneliti dan bersedia me-layout ringkasan kajian dalam format Policy Brief.

    Pastilah ada yang bersedia, tetapi barangkali sedang sibuk ya.

    BTW, terima kasih juga atas komentarnya pada struktur situs ini. Saat ini memang kami sedang me-“reformasi” lay-outnya.

    Gambar-gambar yang tidak perlu sedang dibuang satu persatu, dan akses yang tidak perlu pada database pun dikurangi sehingga lebih mudah dan gampang diakses.

    Ringkasnya, kami memang sedang mencari keseimbangan antara kecepatan akses dengan over pernak-pernik didalamnya. Jadi, mohon maaf bila tampilannya sering berganti-ganti😉

    Tq

  6. 8 November 2008 pukul 9:52 pm

    Menurut kami, tulisan tentang Jenjang Akuntabilitas Kinerja berikut komentar-komentar di dalamnya, cukup membantu untuk menjawab pertanyaan:

    Sejauhmanakah kepedulian kepala SKPD dan Kabid di SKPD terhadap pencapaian target kinerja pada tingkat Capaian Program?

    dan

    Apakah ada pembahasan yang memadai di lingkungan SKPD saat mengusulkan RKA SKPD? Bila tidak, mengapa terjadi dan apa dampaknya pada kinerja pada SKPD yang bersangkutan?

    Walaupun tidak lengkap, barangkali cukup membantulah🙂

  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: