Beranda > Kelembagaan, Kemiskinan > Daerah bakal Meraih Insentif Bila Mampu Naikkan IPM

Daerah bakal Meraih Insentif Bila Mampu Naikkan IPM

Sumber: Menkokesra

Pemerintah akan memberikan insentif bagi pemerintah daerah yang berhasil menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai 2009. Insentif yang diberikan nantinya dalam bentuk kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Ada dua indikatornya kenapa daerah dapat insentif. Pertama: IPM termasuk dalam itu adalah inflasi, pertumbuhan ekonomi, pengangguran serta kemiskinan. Yang kedua, kenaikan PAD dari tax ratio. Insentif nantinya dalam bentuk DAU," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo seusai seminar Perkuatan Perekonomian Daerah Dalam Rangka Mengantisipasi Krisis Finansial Global di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (3/11).

Ia mengatakan, jika IPM dan tax ratio naik, pemerintah akan mengaitkan kedua hal itu dengan Indeks Kemahalan Konsumsi (IKK) untuk menentukan formula DAU. Karena setiap IKK masing-masing daerah berbeda. "Seperti Aceh dan Yogyakarta, itu kan beda," ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dengan DPR. Namun, saat ini pemerintah belum membahas bentuk dan besaran insentif yang akan diberikan.

Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyatakan reward dan punishment diberikan sebagai apresiasi bagi daerah yang berhasil menekan inflasi, pengangguran, dan kemiskinan.

"Kita berikan apreasiasi agar daerah ikut mengantisipasi krisis keuangan global dengan menjaga daya beli masyarakat dan membangun perekonomian domestik. Yang paling penting adalah investasi untuk pertanian, kelautan, yang punya potensi cukup besar untuk dikelola. Karena itu, Presiden sudah instruksikan, agar kita memberikan apresiasi untuk daerah yang bisa tekan inflasi, pengangguran, dan kemiskinan," katanya.

Mardiasmo menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan memacu daerah untuk bersiap menghadapi naik turunnya transfer dana ke daerah. Pasalnya, hingga kini besaran transfer dana ke daerah selalu berubah seiring fluktuasi harga minyak dunia. "Daerah harus siap mengelola keuangan yang bisa naik dan bisa turun," tegasnya.

Sementara itu, terkait penyaluran dana perimbangan, Mardiasmo melanjutkan, pemerintah sangat fokus pada penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemerintah telah menyiapkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang monitoring dan evaluasi penggunaan DAK. "SEB itu sudah selesai, sudah ke Menkeu, nanti ditandatangani Menkeu, Kepala Bappenas, dan Mendagri," ujarnya.

Penyerapan DAK tahun 2008, kata Mardiasmo, terbilang lamban. DAK yang disalurkan dalam empat tahap tersebut baru diserap 53,94%. Dari pagu anggaran DAK sebesar Rp 21,2 triliun, realisasi penyaluran hanya Rp 11,43 triliun per 3 November 2008.

"Sisa yang belum disalurkan ke daerah Rp 9,7 triliun. Kami sudah berusaha jemput bola. Kalau sampai akhir Desember proyek belum selesai, DAK akan hangus,’’ tegasnya. (mo/hr)

  1. 11 November 2008 pukul 2:54 pm

    Ini ide yang cemerlang! Kita tunggu detail kebijakannya.

    Sungguh repot bila kita mendanai input. Menghubungkan jumlah orang miskin dengan DAU sangatlah baik. Semakin banyak orang miskinnya maka semakin besar alokasi DAU yang diterimnya. Pola seperti ini kelihatannya logis dan adil.

    Tetapi, dengan aturan seperti itu, bisa saja Daerah tidak berupaya menanggulangi atau mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Mengapa? Agar alokasi DAU-nya tidak berkurang.

    Formula DAU harus berorientasi kinerja juga. Pemberian insentif bagi Daerah yang berhasil meningkatkan IPM melalui DAU adalah terobosan jitu. Bila DAU penting fan berpengaruh bagi kelangsungan pemerintahan di daerah, maka Daerah akan berupaya sekeras mungkin meningkatkan IPM di wilayahnya.

    Kebijakan ini juga mengindikasikan bahwa IPM akan dinilai tiap tahunnya, setiap DAU akan diberikan. Begitukah?

    Kita tunggu saja detail kebijakannya ya

  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: