Beranda > info > Diagnosis Pertumbuhan Aceh : Mengidentifikasi Hambatan-hambatan Utama Pertumbuhan Ekonomi Pasca Konflik dan Pasca Bencana

Diagnosis Pertumbuhan Aceh : Mengidentifikasi Hambatan-hambatan Utama Pertumbuhan Ekonomi Pasca Konflik dan Pasca Bencana

Diagnosis Pertumbuhan Aceh
Diagnosis … Aceh

Bagaimanakah perkembangan perekonomian Aceh setelah berakhirnya program rekonstruksi pasca tsunami? Data menunjukkan bahwa seiring dengan berakhirnya masa rekonstruksi, pertumbuhan ekonomi Aceh kembali menurun, seperti pada saat sebelum terjadinya tsunami. Perekonomian Aceh mengalami penurunan sebesar lebih dari 8 persen di tahun 2008. Sedangkan perekonomian dari sektor non-migas menunjukkan pertumbuhan yang cukup rendah, yaitu sebesar 1,9 persen, jauh di bawah pertumbuhan di tingkat nasional sebesar 6 persen.

Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi di Aceh? Laporan “Diagnosis Pertumbuhan Aceh : Mengidentifikasi Hambatan-hambatan Utama Pertumbuhan Ekonomi Pasca Konflik dan Pasca Bencana” mengidentifikasi dan memaparkan secara lebih rinci persoalan-persoalan yang paling mendesak untuk diperbaiki serta menjelaskan bagaimana upaya reformasi yang tepat terkait dengan perkembangan dan pertumbuhan sektor swasta.

Laporan ini mengidentifikasi kurangnya pasokan listrik yang handal sebagai hambatan utama terhadap investasi dan pertumbuhan di Aceh. Berbagai perusahaan di Aceh melaporkan bahwa pasokan listrik mengalami gangguan rata-rata 4,3 kali per minggu, lebih dari dua kali lipat dari jumlah gangguan yang dialami oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Usaha manufakturing dan pengolahan hasil pertanian merupakan sektor yang secara khusus sangat dirugikan apabila terjadi pemadaman listrik.

Hambatan utama lainnya terhadap investasi dan pertumbuhan di Aceh adalah masalah pungutan liar dan masalah keamanan yang masih menjadi perhatian para calon investor. Sisa-sisa konflik di Aceh masih terus menghambat pertumbuhan.

Konflik menimbulkan dampak yang mendasar pada lembaga-lembaga ekonomi, sosial, dan politik yang menjadi landasan pertumbuhan. Dampak tersebut mempengaruhi bagaimana perekonomian berfungsi dalam masa pasca konflik. Selain pengaruh-pengaruh destruktif langsung, dampak tersebut juga dapat membahayakan keamanan para individu dan masyarakat dengan cara-cara yang secara tidak langsung mengubah perilaku, preferensi, dan fungsi kelembagaan.

Kekhawatiran akan keamanan dan persepsi negatif di luar Aceh nampaknya merupakan faktor yang kuat yang menghalangi investasi di provinsi tersebut. Pungutan liar dan masalah-masalah keamanan dianggap sebagai hambatan-hambatan yang sangat besar oleh usaha-usaha: 9,3 persen dari usaha-usaha tersebut menyatakan keamanan dan kemudahan penyelesaian konflik sebagai hambatan di Aceh, dibandingkan dengan angka di provinsi-provinsi yang lain yang hanya mencapai 4 persen.

Kabupaten-kabupaten tempat terjadinya insiden-insiden yang paling hebat sejak penandatanganan Kesepakatan Damai cenderung merupakan kabupaten-kabupaten di mana perusahaan-perusahaan mencatat kinerja yang lebih rendah. Secara rata-rata, satu dari empat usaha swasta menyatakan mengeluarkan biaya untuk tambahan keamanan.

Persepsi peningkatan risiko juga dapat juga menimbulkan kurangnya kredit untuk sektor swasta. Semua hal tersebut meningkatkan ketidakpastian dalam menjalankan usaha di Aceh. Berbagai perusahaan mencoba mengatasi ketidakpastian tersebut dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan atau jaringan-jaringan setempat yang dapat menawarkan perlindungan dan rasa aman, walaupun hal tersebut tidak selalu mungkin dilakukan.

Mari mempelajarinya lebih lanjut dengan mendownload laporannya dari:  http://go.worldbank.org/WQYHVPRNN0

  1. kangmusa
    16 November 2009 pukul 3:48 pm

    Assalamualaikum,
    Saya benar-benar beruntung blogwalking kemudian menemukan blog ini,
    karena di sini saya menemukan banyak sekali ilmu baru.
    Dan semoga kunjungan saya ke blog ini membuka dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.
    Salam Hormat,
    Kang Musa
    http://www.kang-musa.co.cc

    • 16 November 2009 pukul 8:23 pm

      Waalaikum salam …

      Terima kasih atas kunjungannya. Ternyata seneng bener kalo ada yang ngunjungi dan kasih komentar; walau sekedar blogwalking.😉

      Udah lama juga nih memang tidak posting tulisan. Lama banget, sampai-sampai kitanya hanya ngumpulin laporan-laporan yang dibuat oleh bapak ibu yang di tempat lain.

      Mudah-mudahan ntar-ntar bisa lagi ngerangkumin pengalaman-pengalaman ringan secara populer ya

      BTW, makasih

  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: