Beranda > info > Penghasilan Tinggi, Kepatuhan Wajib Pajak makin Rendah

Penghasilan Tinggi, Kepatuhan Wajib Pajak makin Rendah

Semakin patuhkah?

Semakin tinggi penghasilan wajib pajak, ternyata tingkat kepatuhan untuk membayar pajak justru semakin rendah. Demikian hasil penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor. Lalu, faktor apa yang paling menentukan kepatuhan wajib pajak?

Penelitian awal yang menggunakan pendekatan ekonomi eksperimental itu juga menunjukkan bahwa: semakin tinggi pendidikan wajib pajak (WP) semakin rendah pula kepatuhannya membayar pajak.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen IPB, Prof Dr Ir Bambang Juanda, MSi mengatakan, penelitiannya tersebut menggunakan tiga variabel yaitu:

  1. faktor pemeriksaan terhadap WP,
  2. tingkat pendidikan, dan
  3. tingkat penghasilan WP.

Pada variabel pertama, semakin tinggi peluang pemeriksaan pajak dan makin besar denda akan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.

Riset yang dilakukan selama enam bulan pada 2010 tersebu menggunakan 40 sampel mahasiswa tingkat S-1 hingga pascasarjana dengan metode simulasi. Seluruh responden memiliki penghasilan bervariasi hingga ratusan juta rupiah per tahun. Penelitian dengan teknik ekonomi eksperimental ini menerapkan induced-value theory untuk pengendalian lingkungan atau membuat faktor lain sama. Dari hasil riset awal tersebut, lanjut dia, dapat disimpulkan bahwa faktor penegakan hukum dan sanksi denda akan mendorong WP untuk patuh membayar pajak.

Hasil riset juga menunjukkan, kepatuhan membayar pajak paling rendah justru terjadi pada mahasiswa pascasarjana.

“Ini terjadi karena semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin lihai pula caranya untuk menghindari pajak,” katanya.

“Dalam prakteknya, memang semakin tinggi penghasilannya keinginan untuk mendapatkan insentif dari hasil jerih payahnya itu juga semakin besar pula,” kata Bambang.

Ia mengklaim bahwa hasil penelitian tersebut konsisten dengan realitas yang terjadi di Indonesia selama ini.

Bambang menegaskan bahwa kepatuhan WP membayar pajak tidak hanya dipengaruhi oleh tiga faktor tersebut tetapi sangat kompleks termasuk faktor pelayanan.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat lagi, diperlukan penelitian lanjutan dengan menggunakan variabel-variabel yang lain.

Sumber: Media Indonesia

Pajak penting bagi keuangan daerah. subkomponen keuangan daerah adalah pajak. Penghasilan Tinggi tetapi Kepatuhan Wajib Pajak makin Rendah. Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia. Faktor lain yang mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia adalah faktor pemeriksaan terhadap wajib pajak, tingkat pendidikan, dan tingkat penghasilan wajib pajak.

  1. bandana
    3 Oktober 2010 pukul 8:17 am

    ringkas2 aja ya bro. update terusss

    • 3 Oktober 2010 pukul 12:04 pm

      Iya nih ringkas-ringkas aja ya. Ringkas tapi berguna akan bagus ya. Tapi kalau ringkas tak berguna, ya jadi tidak bagus juga ya.

      BTW, kepatuhan wajib pajak bisa juga ditingkatkan bila:
      1. Tingkat korupsinya rendah
      2. Hasil penggunaan dana wajib pajak memang nampak nyata (kinerja pembangunan bagus)

      Atau ada yang lainkah?

      Terima kasih atas kunjungannya bro.

  2. jiko
    8 Oktober 2010 pukul 7:52 am

    hasil kajian lengkapnya ada bang? minta dan kirimkan ke emailku. trima kasih

  3. Arnold
    9 Oktober 2010 pukul 8:32 pm

    Kasih link hasil kajiannya ya. Kirimin ke email

  4. iwed
    11 November 2010 pukul 11:35 am

    dalam penelitian ini…..
    batasan pengertian kepatuhannya apa…..

    boleh baca/liat penelitian yg full, agar dpt lebih memahami
    iwed.gunawan@yahoo.com

  5. iwed
    11 November 2010 pukul 11:37 am

    trus apa ukuran dari kepatuhan ini???

    • 11 November 2010 pukul 1:27 pm

      @ Iwed

      Sayang sekali kita tidak punya dokumen penuhnya. Hanya ringkasan seperti yang kami ambil dari Media Indonesia. Sori teman ….

      KEPATUHAN (PAJAK) biasanya diukur dengan ketaatan WP dalam mengikuti ketentuan perpajakan. Kalau secara makro, kepatuhan pajak bisa DIDEKATI dengan jumlah WP yang belum membayarkan kewajibannya.

  1. 30 September 2010 pukul 12:52 pm

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: