Beranda > Artikel, Diskusi, Kelembagaan, Kemiskinan, Perencanaan Pembangunan > Ekonomi Kreatif: Perekonomian Indonesia Masa Depan

Ekonomi Kreatif: Perekonomian Indonesia Masa Depan

Oleh: Larto, Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif KOPINDO. Sumber: DetikNEWS

Larto, KOPINDO

Jakarta – Setahun lebih momentum bersejarah untuk mengangkat peranan ekonomi kreatif menjadi lebih penting dalam struktur perekonomian nasional.

Dibentuknya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tanggal 19 Oktober 2011, bukan saja harus diapresisasi pembentukannya tetapi harus juga mendapatkan kritik membangun dari berbagai elemen bangsa.

Ekonomi kreatif muncul dari proses evolusi perekonomian, dimulai dari ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi informasi kemudian muncullah ekonomi kreatif.

Mengacu pada UK DCMS Task For 1998,“Creatives Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content”.

Di beberapa negara pengertian inilah yang dipakai, karena kesejarahan bahwa ekonomi kreatif secara nyata dikenalkan di Inggris oleh Toni Blair pada era 1990-an.

Saat itu Ia tengah menjadi calon perdana menteri Inggris yang akhirnya Ia menangkan pada tahun 1997 (Kompas, 3 Nopember 2011).

Nilai Industri Kreatif

Pada tataran praktika di lapangan, ekonomi kreatif sering disamakan dengan industri kreatif. Industri kreatif memiliki peran cukup penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Terhadap PDB, Industri ini rata-rata berkontribusi periode 2002-2006 sebesar Rp 104,637 triliun atau dengan rata-rata persentase kontribusi periode 2002-2006 sebesar 6,28 persen.

Nilai ini masih lebih besar dibandingkan kontribusi sektor (1) Pengangkutan dan komunikasi; (2) Bangunan; (3) Listrik, gas dan air bersih (Departemen Perdagangan RI, 2006). Kontribusinya pada tahun 2011, menurut Mari Pangestu sudah mencapai Rp 140 triliun atau telah mencapai 7,5 persen dari PDB.

Kontribusi sektor ini pada penyerapan jumlah tenaga kerja pada periode 2002-2006 adalah 5,4 juta pekerja atau sebesar 5,79 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Pada tahun 2006 sektor ini menurun karena meredupnya industri kerajinan, desain, fashion, serta film, video dan fotografi.

Namun industri ini masih menyerap 4,9 juta pekerja, merupakan sektor ke 5 yang menyerap tenaga kerja terbanyak setelah,

  1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan (40,14 juta pekerja);
  2. Perdagangan, hotel dan restoran (15,97 juta pekerja);
  3. Jasa kemasyarakatan (11,15 juta pekerja);
  4. Industri pengelolahan (10,55 juta pekerja).

Pada tahun 2011, pekerja pada industri ini telah mencapai 8 persen. Dalam hal ekspor pada tahun 2006, industri kreatif menempati peringkat 4 dalam hal kontribusi ekspor nasional. Nilai ekspor yang mampu dibukukan adalah 81,43 triliun. (Data BPS yang diolah)

Melihat kontribusi yang penting dalam perekonomian nasional, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian pada sektor industri kreatif.

Saat ini pemerintah menggolongkan sektor industri kreatif ke dalam 14 sektor antara lain: periklanan (advertising); arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain (design); pakaian (fashion); permaianan interaktif (game); music; seni pertunjukan; video, film dan fotografi; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak (software); televisi dan radio serta riset dan pengembangan.

Pada tahun 2006, sektor industri kreatif masih didominasi oleh (1) fashion (43,71 persen atau Rp 45,8 triliun; (2) Kerajinan (25,52 persen atau Rp 26,7 triliun); dan (3) periklanan (7,93 persen atau Rp 8,3 triliun) sementara sektor lain menyumbang 22,84 persen.

Kontribusi industri kreatif dalam perekonomian di negara lain seperti Inggris dan Cina dapat dijadikan pembanding. Di Inggris, menurut DCMS pada 2008, PDB industri kreatif mencapai 59,1 juta poundsterling dengan kontribusi sebesar 5,6% terhadap total PDB.

Nilai ekspor industri kreatif mencapai 17.3 miliar poundsterling dengan kontribusi 4,1% terhadap ekspor nasional dan penyerapan tenaga kerja pada industri kreatif sebanyak 1,1 juta pekerja, meningkat menjadi 1,3 juta tenaga kerja pada 2010.

Sementara untuk Cina, nilai tambah industri kreatif telah meningkat dari 49,3 miliar yuan pada 2004, menjadi 134,8 miliar yuan pada 2010, dan kontribusi industri kreatif dalam Total PDB Cina telah meningkat dari 5,8% menjadi 7,9%.

Pada 2010, total output industri kreatif Cina adalah 441,8 miliar yuan, dengan peningkatan nilai tambah sebesar 16,7% dibandingkan pada 2009.

Ekonomi Indonesia Masa Depan

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri kreatif, potensi besar ini sangat beralasan karena bangsa ini memiliki kekayaan alam dan budaya yang menurut data World Economic Forum berada pada peringkat 39 dari 139 negara.

Indonesia tercatat memiliki 300 suku dan etnis, 27 persen dari 237 juta penduduknya berusia produktif serta memiliki 17.100 pulau.

Potensi besar ini juga didukung oleh pasar dalam negeri yang besar, semakin meningkatnya kegemaran masyarakat terhadap produk yang khas (bukan produk massal), perubahan perilaku pasar dan konsumen.

Berdasarkan analisis potensi tersebut, pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harusnya mampu menjadikan ekonomi kreatif menjadi penyokong utama perekonomian Indonesia dalam hal memberi kontribusi yang semakin besar jumlahnya terhadap PDB, ketenagakerjaan, ekspor dan mampu mendorong sektor ekonomi lain untuk tumbuh optimal.

*Penulis adalah Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) dan Manajer Koperasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Larto
Koperasi Pemuda Indonesia Jl Lapangan Roos, Jakarta Selatan
larto1275@yahoo.co.id
085 724 690 690

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Pembaca pastilah punya pendapat keren. "Bagaimana menurut Anda"?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: