Archive

Posts Tagged ‘inflasi’

Faktor-Faktor Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

16 Desember 2011 1 komentar

Oleh:  Endy Dwi Tjahjono & Donni Fajar Anugrah, Peneliti Ekonomi Bank Indonesia

Determinannya

Penelitian ini menghitung kembali kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menggunakan: (i) Solow-Swan Model, (ii) perluasan Solow-Swan Model dengan menambahkan faktor human kapital sesuai Model Mankiw-Romer-Weil (MRW), serta (iii) beberapa faktor yang menjadi sumber fluktuasi business cycle di Indonesia. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang banyak menggunakan cross section data yang meliputi 30 – 50 negara termasuk Indonesia, pada penelitian ini semua data menggunakan data Indonesia dengan pendekatan panel data 26 Propinsi selama periode 1985 – 2004.

Hasil penelitian dengan Model Solow-Swan menunjukan bahwa: peran labor lebih besar dibandingkan kapital, yang ditunjukkan dengan capital share sebesar 0,4 dan labor share sebesar 0,6. Lihat persamaan di bawah ini:

Log Y = 0,4 logK + 0,6 logL + e

Dari persamaan di atas, terlihat kapital share sebesar 0,4 (pembulatan dari 0,35). Artinya, kenaikan 1% kapital stock akan mendorong kenaikan output sebesar 0,4%. Sementara itu labor share sebesar 0,6 (pembulatan dari 0,59) berarti kenaikan 1% labor akan mendorong peningkatan output sebesar 0,6%. Hasil ini menunjukan bahwa peran labor masih lebih tinggi dibandingkan peran kapital stock. Jumlah labor yang terus meningkat seiring dengan jumlah populasi menunjukan bahwa peran labor pada perekonomian Indonesia masih besar.

Baca selanjutnya…

Memilih Kebijakan Bunuh Diri

Metro TV View

Kebijakan utk Bunuh Diri !

PEMERINTAH memutuskan untuk menghapus semua bea masuk untuk produk pangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari terjadi krisis pangan menyusul ancaman kegagalan panen di beberapa sentra produksi yang bisa mempengaruhi stok pangan nasional.

Sepintas langkah itu baik untuk mencegah terjadinya krisis pangan. Namun kebijakan untuk membebaskan semua bea masuk produk pangan merupakan kebijakan bunuh diri. Memang kebijakan itu dalam jangka pendek bisa menyelamatkan kita dari krisis pangan, namun untuk jangka panjang mematikan pertanian di dalam negeri.

Pemerintah selalu keberatan dikatakan hanya mementingkan pencitraan. Namun banyak kebijakan yang dikeluarkan hanya berorientasi kepentingan jangka pendek dan tidak mempertimbangkan akibat buruk yang akan terjadi di masa depan.

Kebijakan penghapusan bea masuk produk pangan jelas merupakan langkah untuk mengendalikan angka inflasi. Pemerintah khawatir kalau inflasi sampai melonjak tinggi dianggap gagal mengelola perekonomian.
Baca selanjutnya…

Ekonomi Pedesaan Berpotensi terkena Dampak Krisis Ekonomi Global

Sumber: Rilis Berita Universitas Gadjah Mada

//www.ugm.ac.id/headers/lambangKrisis ekonomi global tidak hanya berdampak pada krisis sektor pasar modal, namun juga berdampak bagi ekonomi perdesaan.

Namun dampak krisis pada ekonomi perdesaan bergantung pada jenis barang impor (import content) yang dikonsumsi masyarakat perdesaan. Semakin tinggi barang impor yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, maka akan semakin besar dampaknya.

Demikian disampaikan oleh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Dr Rimawan Pradiptyo dalam “Diskusi Krisis Finansial Dunia dan Dampaknya pada Perekonomian Pedesaan”, Kamis sore (16/10), di ruang seminar Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM. Baca selanjutnya…

Bersahabat dengan Lonjakan Harga

6 Februari 2008 1 komentar

Ahmad Ma'rufDalam dua tahun terakhir, masyarakat Indonesia pada umumnya terus bergulat dengan lonjakan harga. Geliat harga umum yang terus meningkat ini, biasa disebut inflasi, telah menguras habis daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Tidak tabu lagi, semakin banyak warga yang terus terang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Mengawali tahun 2008 ini, masyarakat menanggung lonjakan harga barang umum yang jauh melampaui kenaikan pada beberapa tahun sebelumnya. Tercatat oleh BPS, pada Januari 2008 telah terjadi kenaikan harga sebesar 1,77 persen. Dibandingkan dengan harga umum bulan Januari 2007, pada bulan ini telah terjadi kenaikan sebesar 7,36 persen. Angka inflasi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Baca selanjutnya…

Tag:

Harga Pangan akan Turun ke Tingkat yang Wajar

2 Februari 2008 3 komentar

Jakarta: Tujuan kebijakan stabilisasi harga pangan pokok adalah secara bertahap menurunkannya pada tingkat yang wajar. Menko Perekonomian Boediono menjelaskan hal itu dalam keterangan pers, usai mengikuti sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jumat (1/2) siang.

“Kebijakan ini juga bertujuan, pada masa transisi, penyesuaian harga-harga ke tingkat yang lebih wajar,” Boediono menambahkan. “Kelompok masyarakat yang paling terbebani adalah kelompok berpenghasilan ekonomi menengah ke bawah. Mereka dapat memperoleh semacam keringanan dalam hal beban tersebut melalui beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah,” lanjutnya. Baca selanjutnya…