Arsip

Posts Tagged ‘Kegiatan’

Daftar Periksa PELAKSANAAN Pengendalian di lingkup SKPD

Pengendalian pelaksanaan kegiatan adalah pemantauan pelaksanaan tiap kegiatan oleh tiap SKPD, meliputi pemantauan terhadap 3 hal pokok:
1. Realisasi pencapaian target
2. Penyerapan dana, dan
3. Kendala yang dihadapi.

Tujuan pengendalian adalah untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang tertuang dalam rencana, melalui kegiatan koreksi dan penyesuaian selama masa pelaksanaan rencana tersebut.

Selengkapnya dapat dilihat pada slide berikut ini.

Peta Menuju HDI

1 Mei 2014 1 komentar

Capaian HDI atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu Daerah kabupaten/kota merupakan hasil gotong royong dari semua pihak, terutama SKPD dan masyarakat itu sendiri. Tiap SKPD memiliki kontribusi langsung maupun tidak langsung pada pencapaian HDI (IPM). Kontribusi SKPD dapat dilihat dari pilihan kegiatan yang dilaksanakannya. Sebaiknya, penilaian kontribusi SKPD itu tidak disandarkan hanya pada nama kegiatan, tetapi dari “rantai nilai” yang ditunjukkan oleh indikator kegiatannya.

Slide berikut ini menjelaskan hubungan antara kegiatan dengan variabel HDI (IPM) melalui substansi indikator kinerja dari kegiatan yang dimulai dari output (keluaran) kegiatan. Slide ini juga menjelaskan keterkaitan antara variabel makro di tingkat daerah dengan variabel mikro di tingkat SKPD.

Slide yang disampaikan ini masih bersifat draft. Karenanya, masih sangat terbuka untuk kritikan dan masukan konstruktif. Namun demikian, sebagai langkah awal, mudah-mudahan materi di slide berikut dapat memberi inspirasi bagi Daerah dan SKPD.

Apakah Program Kegiatan Sudah Sinergis?

SINERGIS!

Program dan kegiatan harus sinergis, baik antar SKPD dalam lingkup sebuah Daerah maupun antar SKPD antar tingkatan pemerintahan.

Pada kenyataannya, masih cukup aman untuk mengatakan bahwa sinergitas program dan kegiatan masih rendah. Mengapa? Menurut kami, salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan ukuran dari sinergitas tersebut.

Mari bertanya: apakah yang dimaksud dengan program dan kegiatan yang sinergis? Kami yakin jawaban pertanyaan ini pastilah sangat gampang, yaitu akan mengerucut di seputar sinergi antar SKPD. Tapi bagaimana menilai sinergitasnya? Atau, bagaimana agar sinergitas antar SKPD tersebut dapat terjadi dan kuat?

Menurut kami, beberapa bukti yang dapat digunakan untuk mengukur sinergitas program dan kegiatan adalah sebagai berikut:

  1. Program dan kegiatan dari tiap SKPD terkait, merupakan solusi tepat hasil kesepakatan bersama dari seluruh SKPD yang terkait tersebut.
  2. Tiap output kegiatan tersebut saling terkait dan mengerucut fokus untuk mewujudkan satu tujuan bersama (tujuan dari tiap SKPD yang terkait tersebut).
  3. Tidak ada kasus tumpang tindih (1 output menjadi keluaran dari 2 atau lebih kegiatan yang berbeda).
  4. Untuk sebuah tujuan bersama dari beberapa SKPD, jumlah kegiatannya tidak hanya 1 saja, tetapi tiap SKPD berperan aktif sesuai batas tupoksinya masing-masing.

Apakah program dan kegiatan SKPD sudah sinergis? Dengan keempat kriteria di atas, maka pertanyaan ini sudah lebih mudah dijawab.  Jika keempat hal di atas terpenuhi, maka kita dapat yakin bila sinergitas memang sudah ada dan nyata terjadi. Kriteria seperti ini pastilah sangat berguna bagi SKPD dan Bappeda.

Apakah implikasi dari kriteria di atas? Implikasinya adalah bahwa rapat untuk peningkatan sinergitas antar SKPD dalam forum semacam Forum SKPD atau Forum Lintas SKPD harus dirancang secara baik. Dengan tetap mengacu pada kriteria di atas, maka idealnya, forum-forum tersebut harus menghasilkan program dan kegiatan untuk tiap SKPD yang menjadi solusi tepat, hasil kesepakatan bersama dari seluruh SKPD terkait tersebut.

Bagaimana menurut Anda? Mohon masukan dan kritikannya ya 😉

Penilaian Efisiensi dan Efektifitas Kegiatan

“… harus ! “

Bagaimanakah menilai efisiensi dan efektifitas kegiatan bila indikator kegiatan yang  diisikan pada RKA SKPD 2.2.1. hanyalah INPUT dan KELUARAN kegiatan saja?

Secara umum, penilaian efisiensi dan efektifitas kegiatan dapat dilakukan sebagai berikut.

A. PENILAIAN EFISIENSI
Efisiensi dapat dinilai dari salah satu kondisi berikut ini.

  1. Target keluaran (output) berhasil diwujudkan dengan menggunakan kuantitas input yang lebih kecil dari anggarannya (standarnya).
  2. Kuantitas input tertentu telah menghasilkan target output yang lebih besar dari standar (rencana).
  3. Input telah digunakan untuk menghasilkan target output yang direncanakan atau tidak terdapat pemborosan sumber daya.

Baca selanjutnya…

Pertanyaan Kunci Saat Perencanaan Kegiatan

18 Juli 2009 2 komentar

Daftar Periksa Penilaian Usulan Kegiatan SKPD

23 Mei 2009 1 komentar

Lolos Uji?

Lolos Uji?

Failing to plan is planning to fail (Alan Lakein). Setiap usulan kegiatan SKPD harus direncanakan secara memadai. Oleh karena itu, penilaian usulan kegiatan SKPD sangat penting untuk dilakukan. Adakah daftar periksa penilaian usulan kegiatan SKPD?

Berikut adalah draft daftar periksa yang menurut kami layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Uji dan periksalah:

  1. Apakah usulan tema SKPD 20XX sudah sesuai dengan prioritas di RPJM, permasalahan yg mengemuka di 20XX serta Prioritas Bangda 20XX? Tema SKPD 20XX = ringkasan daftar prioritas SKPD di tahun 20XX dalam sebuah kalimat yang efektif
  2. Apakah usulan program dan kegiatan sudah sesuai dengan Tema SKPD 20XX? Periksa dan nilailah NAMA serta “BENTUK” kegiatannya. Bila tidak sesuai, nilailah ARTI PENTING-nya
  3. Apakah indikator kinerja kegiatan telah terisi secara baik dan benar? Periksa dan nilai juga hubungan sebab akibat pada indikator kinerja.
  4. Apakah ada kegiatan lain yang perlu dilaksanakan untuk menjamin terwujudnya target hasil dan capaian program? Bila ada, kegiatan manakah yang lebih baik untuk dilaksanakan?
  5. Apakah indikator kinerja pada kegiatan-kegiatan dalam sebuah program mengarah pada satu capaian program tertentu?
  6. Apakah lokasi kegiatan dan kelompok penerima manfaat sudah diisikan? Tepatkah lokasi dan kelompok penerima manfaat dengan deskripsi indikator kegiatannya?
  7. Apakah total usulan belanja = wajar berdasarkan target output (keluaran). Periksa kewajaran jenis belanja dan rincian belanja pada objek belanjanya.
  8. Apakah sumber dana sudah diisi? Pastikan agar kegiatan yang didanai oleh pemerintah atasan tidak terpotong.

Adakah hal lain yang harus dimasukkan dalam daftar periksa ini? Mohon masukan dan kritikannya. Terima kasih.

Curah Gagasan sebagai Cara Sederhana Identifikasi Kegiatan

26 September 2008 2 komentar

rusmanik di acehLingkungan yang bersih, asri, sehat dan aman akan meningkatkan kenyamanan hidup. Ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi daerah perkotaan. Khusus masalah persampahan, berdasarkan data-data BPS tahun 2000, dari 384 kota yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanyalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 % , yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %.

Siapakah pelaku utama dalam manajemen persampahan, kebersihan, kesehatan dan keasrian lingkungan? Banyak pihak terlibat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman. Diantaranya, peran serta masyarakat sangat penting dan strategis untuk mewujudkan kondisi tersebut.

Bilapun peran para pihak lainnya sangat tinggi, tetapi bila tidak diikuti oleh masyarakat, maka akan sangat sulit untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri dan aman. Baca selanjutnya…

Jenjang Akuntabilitas Kinerja

18 Januari 2008 37 komentar

Bagaimana agar substansi yang ditargetkan pada Capaian Program sebuah kegiatan benar-benar terwujud?

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah adanya Jenjang Akuntabilitas (pertanggungjawaban) kinerja. Artinya, para pejabat pelaksana kegiatan, mulai dari tingkat PPTK hingga Kepala SKPD diharuskan untuk mempertanggungjawabkan prestasi pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan pada sebuah kegiatan.

Bagaimanakah Penerapannya?

Seperti telah kita ketahui, bahwa pada setiap kegiatan, selalu ada Masukan, Keluaran, Hasil, dan Capaian Program, seperti yang disebutkan pada bentuk formulir RKA-SKPD 2.2.1. Penerapan Jenjang Akuntabilitas (pertanggungjawaban) kinerja dilakukan berdasarkan komponen-komponen kegiatan tersebut. Perhatikan tabel dibawah ini: Baca selanjutnya…

Determinan Besar Usulan Belanja Kegiatan

12 Januari 2008 4 komentar

Mengapa besar usulan belanja suatu kegiatan berbeda-beda? Perbedaan besar usulan belanja sebuah kegiatan paling tidak ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini:

* Perbedaan jenis kegiatan. Perbedaan jenis kegiatan akan cenderung menyebabkan perbedaan pada besar usulan belanja. Umumnya, besar usulan belanja kegiatan pelatihan akan berbeda dengan besar usulan belanja kegiatan pembangunan. Kegiatan pelatihan dan kegiatan pembangunan adalah dua jenis kegiatan yang berbeda.

* Perbedaan target kinerja yang hendak diwujudkan. Besar belanja kegiatan A yang menargetkan 30 orang trampil akan berbeda dengan kegiatan pelatihan B yang menargetkan 50 orang trampil. Besar usulan belanja kegiatan C pun akan berbeda dengan kegiatan A jika target kinerja kegiatan C hanyalah “30 orang peserta paham”. Mengapa, karena trampil tidak sama dengan paham!

* Perbedaan langkah-langkah penyelesaian kegiatan yang bersangkutan. Pada umumnya, semakin banyak langkah yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, maka biaya pelaksanaan kegiatan tersebut pun cenderung meningkat. Baca selanjutnya…