Arsip

Posts Tagged ‘Ketimpangan’

Ketimpangan: Musuh di antara Kita?

Menurut Bank Dunia, ketimpangan di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Timur. Antara tahun 1999 hingga 2012, tingkat kemiskinan resmi telah berkurang separuh dari 24% menjadi 12%. Namun, koefisien Gini, ukuran ketimpangan konsmsi nasional, naik dari 0,32 pada tahun 1999 menjadi 0,41 pada tahun 2012. (http://www.worldbank.org/in/country/indonesia/, 22 Oktober 2014).

http://www.worldbank.org/in/news/feature/2014/09/23/infographic-why-inequality-is-a-growing-problem-in-indonesia

Ketimpangan di Indonesia. Sumber: www.worldbank.org

Ketimpangan bukan hanya masalah warga miskin atau hanya masalah kemiskinan, melainkan masalah kita semua. Menurut Richard Wilkinson, dalam Inequality: The Enemy Between Us?, KETIMPANGAN akan cenderung memperluas dan memperdalam PERMASALAHAN SOSIAL.

Mari mempelajarinya dari video di (ted.com) di bawah ini. Materi paparannya dapat didownload dari link berikut: Inequality: The Enemy Between Us?

Pertumbuhan Ekonomi yang Keropos

21 Desember 2012 1 komentar

Editorial Media Indonesia, Sabtu 15 Desember 2012

Rentan

Rentan

LEMBAGA-LEMBAGA internasional memprediksi ekonomi Indonesia bakal mentereng di tahun-tahun mendatang. World Bank, International Monetary Fund, dan majalah The Economist, misalnya, memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6%. McKinsey Global Institute bahkan meramal Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia.

Selain lembaga-lembaga itu, tentu pemerintah Indonesia juga optimistis, bahkan terlalu optimistis dengan masa depan ekonomi kita. Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,8% per tahun.

Di tengah krisis ekonomi Eropa dan Amerika, ketika lembaga-lembaga lain merevisi dan menurunkan prediksi angka pertumbuhan ekonomi, pemerintah tetap mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8%.  SELENGKAPNYA

Tersihir Pertumbuhan Semu

Editorial Media Indonesia

KEGEMARAN membanggakan asumsi di atas kertas masih mendominasi arah kebijakan ekonomi negeri ini. Itulah mengapa saban awal tahun para pejabat di republik berpenduduk 237 juta ini rajin menebar harapan.

Untuk 2011, pemerintah amat yakin bahwa ekonomi bakal tumbuh lebih dari 6%. Bahkan, pemerintah mengklaim pertumbuhan kita sudah efektif meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membeberkan data statistik yang menunjukkan betapa ‘hebatnya’ kinerja ekonomi kita. Pengangguran susut menjadi 7,14%, padahal tahun-tahun sebelumnya double digit. Penduduk miskin yang dientaskan dari 2009 ke 2010 berjumlah 1,5 juta jiwa, atau dari 14,1% menjadi 13,3%.

Data-data itu bak mantra yang meneror rasionalitas kita akan fakta masih centang-perenangnya kehidupan rakyat. Hanya terbilang jam sejak pemerintah merilis turunnya angka kemiskinan, di Jepara, Jawa Tengah, enam nyawa anak melayang setelah terpaksa memakan tiwul karena orang tua mereka tak sanggup membeli beras yang harganya membubung.

Di atas kertas, ekonomi memang tumbuh. Tapi, di alam nyata, pertumbuhan nyaris tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan.

Baca selanjutnya…

Perekonomian Daerah tumbuh stabil, tetapi mengapa kemiskinan juga bertambah ?

28 Oktober 2010 7 komentar

Salah satu tantangan pembangunan adalah: memacu dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang selalu dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat. Tantangan ini tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga di tingkat Daerah Kabupaten Kota.

Ada pendapat, apabila pertumbuhan ekonomi tinggi, secara otomatis seluruh masyarakat akan tambah sejahtera serta kemiskinan berkurang. Benarkah analisis tersebut? Mungkin benar, tetapi tidak sepenuhnya, atau bahkan mungkin sebaliknya. Perlu kajian komprehensif di tiap daerah.

Tetapi, mungkinkah di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil jumlah orang miskin justeru juga cenderung semakin banyak?

Baca selanjutnya…

Pertumbuhan dan Ketimpangan setelah 65 Tahun Merdeka

19 Agustus 2010 2 komentar

Sudah MERDEKA, tapi …

Dudley Seers menyebutkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus dilihat dari seberapa pertumbuhan tersebut mampu menjawab persoalan kemiskinan (poverty), pengangguran (unemployment), dan ketidakmerataan (inequality). Jika itu belum terjawab, pembangunan masih berada di posisi yang jauh dari harapan.

Setelah 65 merdeka, bagaimana kondisi pembangunan di Indonesia? Berita gembiranya adalah bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik. Diperkirakan, tahun ini ekonomi akan tumbuh sekitar enam persen.

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari 8,14 persen menjadi 7,41 persen (2/2010). Selain itu, tingkat kemiskinan berkurang dari 14,15 persen (2009) menjadi 13,33 persen (2010). Atau menurun sekitar 1,51 juta pada periode yang sama.

Data yang dirilis BPS beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa secara nasional rasio gini Indonesia pada 2010 menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari 0,357 menjadi 0,331. Seperti diketahui, ukuran ketimpangan dalam distribusi pendapatan dapat tecermin, misalnya, dalam rasio gini. Semakin kecil angka rasio gini, berarti distribusi pendapatan semakin merata dan demikian pula sebaliknya. Baca selanjutnya…