Arsip

Posts Tagged ‘Output’

Peta Menuju HDI

1 Mei 2014 1 komentar

Capaian HDI atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu Daerah kabupaten/kota merupakan hasil gotong royong dari semua pihak, terutama SKPD dan masyarakat itu sendiri. Tiap SKPD memiliki kontribusi langsung maupun tidak langsung pada pencapaian HDI (IPM). Kontribusi SKPD dapat dilihat dari pilihan kegiatan yang dilaksanakannya. Sebaiknya, penilaian kontribusi SKPD itu tidak disandarkan hanya pada nama kegiatan, tetapi dari “rantai nilai” yang ditunjukkan oleh indikator kegiatannya.

Slide berikut ini menjelaskan hubungan antara kegiatan dengan variabel HDI (IPM) melalui substansi indikator kinerja dari kegiatan yang dimulai dari output (keluaran) kegiatan. Slide ini juga menjelaskan keterkaitan antara variabel makro di tingkat daerah dengan variabel mikro di tingkat SKPD.

Slide yang disampaikan ini masih bersifat draft. Karenanya, masih sangat terbuka untuk kritikan dan masukan konstruktif. Namun demikian, sebagai langkah awal, mudah-mudahan materi di slide berikut dapat memberi inspirasi bagi Daerah dan SKPD.

Iklan

Apakah Program Kegiatan Sudah Sinergis?

SINERGIS!

Program dan kegiatan harus sinergis, baik antar SKPD dalam lingkup sebuah Daerah maupun antar SKPD antar tingkatan pemerintahan.

Pada kenyataannya, masih cukup aman untuk mengatakan bahwa sinergitas program dan kegiatan masih rendah. Mengapa? Menurut kami, salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan ukuran dari sinergitas tersebut.

Mari bertanya: apakah yang dimaksud dengan program dan kegiatan yang sinergis? Kami yakin jawaban pertanyaan ini pastilah sangat gampang, yaitu akan mengerucut di seputar sinergi antar SKPD. Tapi bagaimana menilai sinergitasnya? Atau, bagaimana agar sinergitas antar SKPD tersebut dapat terjadi dan kuat?

Menurut kami, beberapa bukti yang dapat digunakan untuk mengukur sinergitas program dan kegiatan adalah sebagai berikut:

  1. Program dan kegiatan dari tiap SKPD terkait, merupakan solusi tepat hasil kesepakatan bersama dari seluruh SKPD yang terkait tersebut.
  2. Tiap output kegiatan tersebut saling terkait dan mengerucut fokus untuk mewujudkan satu tujuan bersama (tujuan dari tiap SKPD yang terkait tersebut).
  3. Tidak ada kasus tumpang tindih (1 output menjadi keluaran dari 2 atau lebih kegiatan yang berbeda).
  4. Untuk sebuah tujuan bersama dari beberapa SKPD, jumlah kegiatannya tidak hanya 1 saja, tetapi tiap SKPD berperan aktif sesuai batas tupoksinya masing-masing.

Apakah program dan kegiatan SKPD sudah sinergis? Dengan keempat kriteria di atas, maka pertanyaan ini sudah lebih mudah dijawab.  Jika keempat hal di atas terpenuhi, maka kita dapat yakin bila sinergitas memang sudah ada dan nyata terjadi. Kriteria seperti ini pastilah sangat berguna bagi SKPD dan Bappeda.

Apakah implikasi dari kriteria di atas? Implikasinya adalah bahwa rapat untuk peningkatan sinergitas antar SKPD dalam forum semacam Forum SKPD atau Forum Lintas SKPD harus dirancang secara baik. Dengan tetap mengacu pada kriteria di atas, maka idealnya, forum-forum tersebut harus menghasilkan program dan kegiatan untuk tiap SKPD yang menjadi solusi tepat, hasil kesepakatan bersama dari seluruh SKPD terkait tersebut.

Bagaimana menurut Anda? Mohon masukan dan kritikannya ya 😉

Penilaian Efisiensi dan Efektifitas Kegiatan

“… harus ! “

Bagaimanakah menilai efisiensi dan efektifitas kegiatan bila indikator kegiatan yang  diisikan pada RKA SKPD 2.2.1. hanyalah INPUT dan KELUARAN kegiatan saja?

Secara umum, penilaian efisiensi dan efektifitas kegiatan dapat dilakukan sebagai berikut.

A. PENILAIAN EFISIENSI
Efisiensi dapat dinilai dari salah satu kondisi berikut ini.

  1. Target keluaran (output) berhasil diwujudkan dengan menggunakan kuantitas input yang lebih kecil dari anggarannya (standarnya).
  2. Kuantitas input tertentu telah menghasilkan target output yang lebih besar dari standar (rencana).
  3. Input telah digunakan untuk menghasilkan target output yang direncanakan atau tidak terdapat pemborosan sumber daya.

Baca selanjutnya…