S.E.L.A.M.A.T. .. D.A.T.A.N.G.
swamandiri.wordpress.comMengapa tulisan pada
swamandiri.wordpress.com ini hanya sekelumit? Mohon maaf. Umumnya, pembaca hanya ingin segera tahu: intisari, konteks dan implikasinya. Terlalu panjang dan lebar justeru menghambat. Jadi, singkat-singkat saja, tetapi kita semua berupaya meningkatkan relevansi dan faktualitasnya.

Navigasi: Carilah melalui fasilitas pencarian, atau lihat
DAFTAR ISI, atau klik saja pada salah satu kata kunci. Siapakah kami, dapat dibaca pada swadayaMANDIRI
. Lihat juga kami di: SLIDEshare.net/rusmanik.

Sekelumit tentang Evaluasi Jabatan PNS

Evaluasi Jabatan PNS merupakan suatu proses yang sistematis untuk menilai tiap JABATAN yang ada dalam struktur organisasi, dalam rangka menetapkan NILAI JABATAN dan KELAS JABATAN berdasarkan kriteria yg disebut FAKTOR JABATAN. Mengapa dan Bagaimanakah Evaluasi Jabatan PNS? Mari mempelajarinya dari slide berikut ini.

BEKERJA Bahagia dan BAHAGIA Bekerja

Bagaimanakah perasaan Anda saat bekerja? Bahagiakah atau malah tidak bahagia? Mari melihat 10 Tanda Tidak Bahagia Bekerja (sumber: positivesharing.com), yaitu:

  1. Anda menunda-nunda pekerjaan
  2. Anda membuang waktu di Minggu malam dengan gelisah memikirkan hari Senin pagi
  3. Anda tidak suka pekerjaannya, tetapi sangat peduli dengan gaji dan jabatan
  4. Anda tidak merasa suka membantu rekan kerja
  5. Hari kerja berasa lamaaaaaaaa
  6. Anda tidak punya banyak teman di tempat kerja
  7. Anda tidak peduli. Tentang apapun.
  8. Hal-hal kecil mudah mengganggumu
  9. Anda selalu curiga dengan motivasi dari tiap tindakan orang lain
  10. Anda menderita insomnia, sakit kepala, tidak semangat, ketegangan otot dan/atau gejala simtomatik fisik lainnya.

 

"Bahagia Bekerja dan Bekerja Bahagia"

“Bahagia Bekerja dan Bekerja Bahagia”

Ternyataaaa, BAHAGIA saat BEKERJA merupakan penguat produktivitas yang paling baik. Mengapa? Ada 10 alasannya (Sumber: positivesharing.com), yaitu:

  1. Orang bahagia dapat bekerja lebih baik dengan yang lainnya
  2. Orang bahagia lebih kreatif
  3. Orang bahagia menyelesaikan masalah, bukan mengeluhkannya
  4. Orang bahagia lebih ber-energi
  5. Orang bahagia lebih optimis
  6. Orang bahagia lebih termotivasi
  7. Orang bahagia lebih jarang sakit
  8. Orang bahagia dpt belajar lebih cepat
  9. Orang bahagia tidak terlalu khawatir dinilai salah, dia akan segera bertanggungjawab dan belajar untuk memperbaiki kesalahannya
  10. Orang bahagia lebih dapat membuat keputusan yang tepat

 

Lalu, bagaimanakah BEKERJA dengan bahagia dan BAHAGIA saat bekerja? Mari mempelajarinya lebih lanjut dari slide berikut ini.

Klik, untuk mempelajarinya lebih lanjut dalam slidenya

Sekilas KORBINWAS oleh SKPD Provinsi: Kasus Pencapaian Target SPM bidang Kesehatan di Lingkup Provinsi

Bagaimanakah PERAN IDEAL dari Dinas Kesehatan Provinsi dalam percepatan pencapaian target SPM bidang Kesehatan di lingkungan Provinsinya? Apakah sekedar mengumpulkan (dan konsolidasi) data capaian SPM bidang Kesehatan? Apakah ini yang umumnya dilakukan oleh Dinkes Provinsi?

Atau, aktif secara konstruktif mengkoordinasikan, membina dan mengawasi percepatan pencapaian target SPM tersebut? Lalu, bagaimanakah bentuk riil dari upaya koordinasi, pembinaan, dan pengawasan itu?

Dinkes Provinsi harus melakukan KORBINWAS, Koordinasi, Pembinaan dan Pengawasan. KOORDINASI dilakukan untuk: mengatur serangkaian kegiatan, sehingga dilaksanakan secara tidak saling bertentangan atau simpang siur. PEMBINAAN dilakukan untuk: meningkatkan prestasi (kinerja) Dinkes Kab/Kota. Sedangkan PENGAWASAN dilakukan untuk: menjamin tercapainya tujuan dan sasaran yg tertuang dlm rencana, melalui kegiatan korektif selama pelaksanaan rencana.

Penjelasan selanjutnya dapat di lihat pada slide berikut ini.

Pertumbuhan Memihak Orang Miskin?

Oleh: Ivan A Hadar, dari unisosdem.org

Sejak beberapa tahun terakhir, pertumbuhan yang berpihak kepada orang miskin menjadi strategi ekonomi terpenting bagi keterlibatan sosial (social inclusion) kelompok miskin. Ramainya perdebatan terkait hal ini dipicu tulisan David Dollar dan Aart Kraay, Growth is Good for the Poor (2002).

Dalam studinya, dua ekonom Bank Dunia itu menyimpulkan bahwa tanpa diduga, pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh besar dalam perang melawan kemiskinan global. Menurut mereka, sejak 40 tahun terakhir, ternyata pertumbuhan ekonomi global berbanding lurus (satu banding satu) dengan kenaikan pendapatan kelompok miskin. Selain itu,sejak beberapa dekade terakhir ditemukan bahwa tiada tanda-tanda telah terjadi pelemahan pengaruh pertumbuhan atas pengurangan kemiskinan.

Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Melambat (Sumber: http://www.worldbank.org/in/news/feature/2014/09/23/why-poverty-still-matters-in-indonesia?cid=EXTEAPIds1-Bah, TIDAK TERKAIT dengan isi tulisan

Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Melambat
(Sumber: worldbank.org, TIDAK TERKAIT dengan isi tulisan)

Mengapa Memihak Orang Miskin?

Dollar dan Kraay juga menguji pengaruh berbagai strategi kebijakan yang mengalokasikan porsi besar bagi belanja kesehatan dan pendidikan.Temuan mereka cukup mengejutkan. Ternyata, tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa strategi itu membawa dampak sistematis pemerataan penghasilan. Dengan demikian, bisa saja muncul pertanyaan apakah konsep pro-poor growth sebenarnya dapat saja direduksi menjadi sekadar pro-growth? Jawabannya tidak karena, menurut mereka, sekadar pertumbuhan ekonomi tidak cukup untuk memperbaiki kondisi kehidupan orang miskin. Baca selengkapnya…

Indonesia Menghindari Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah: Kajian Kebijakan Pembangunan 2014

Sumber: http://www.worldbank.org/

Dalam satu dekade ke depan, Indonesia memiliki beberapa faktor, yang bila disertai kebijakan yang baik, dapat menjadi pendorong pertumbuhan yang tinggi, yaitu: demografi dengan besarnya tenaga kerja; tren urbanisasi; serta perkembangan di Cina.

Indonesia menghadapi risiko melambatnya pertumbuhan dalam jangka panjang, karena pertumbuhan akhir-akhir ini kurang didukung lingkungan eksternal yang kondusif, yaitu tingginya harga komoditas pada 2003-2011 disertai dengan suku bunga global yang rendah sejak tahun 2009.

Indonesia perlu tumbuh di atas 5 persen untuk menghindari masalah pengangguran yang serius. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi di tas 5 persen diperlukan Indonesia agar naik menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2030.

Baca selengkapnya…

Peta Menuju HDI

Capaian HDI atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu Daerah kabupaten/kota merupakan hasil gotong royong dari semua pihak, terutama SKPD dan masyarakat itu sendiri. Tiap SKPD memiliki kontribusi langsung maupun tidak langsung pada pencapaian HDI (IPM). Kontribusi SKPD dapat dilihat dari pilihan kegiatan yang dilaksanakannya. Sebaiknya, penilaian kontribusi SKPD itu tidak disandarkan hanya pada nama kegiatan, tetapi dari “rantai nilai” yang ditunjukkan oleh indikator kegiatannya.

Slide berikut ini menjelaskan hubungan antara kegiatan dengan variabel HDI (IPM) melalui substansi indikator kinerja dari kegiatan yang dimulai dari output (keluaran) kegiatan. Slide ini juga menjelaskan keterkaitan antara variabel makro di tingkat daerah dengan variabel mikro di tingkat SKPD.

Slide yang disampaikan ini masih bersifat draft. Karenanya, masih sangat terbuka untuk kritikan dan masukan konstruktif. Namun demikian, sebagai langkah awal, mudah-mudahan materi di slide berikut dapat memberi inspirasi bagi Daerah dan SKPD.

SAKIP : Sebuah pengantar yang ringkas

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. SAKIP yang terselenggara dengan baik menghasilkan LAKIP TERPADU, yaitu:  Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan yang terpadu sebagai instrumen pertanggungjawaban kinerja dan umpan balik bagi perbaikan kinerja. Mari mempelajari  SAKIP dari pengantar ringkas berikut ini.

Bea dan Cukai

Kolom Bambang Aji, InilahReview, 12 Tahun III, 11-17 November 2013

bea dan cukai

bea dan cukai

Ditjen Bea dan Cukai (BC) mungkin bisa menjadi contoh dimana gaji tinggi tidak menjamin 100% pegawainya akan bekerja bersih. Instansi ini juga bisa menjadi contoh bagaimana upaya pembersihan dan kontrol yang ketat tidak mampu membersihkan praktik korupsi.

BC juga bisa menjadi contoh dimana sistem kerja yang canggih gagal menghilangkan praktek suap-menyuap. Di BC juga bisa ditemukan seorang jenderal bintang tiga tidak berhasil memberantas para pencoleng.

Separah itukah? Instansi yang cukup besar memasukkan uang ke kas negara ini hanyalah sebuah contoh. Kalau mau jujur, rasanya hampir tidak ada lagi instansi di negeri ini yang benar-benar bersih dari korupsi. Bahwa BC menjadi contoh dari sebuah instansi yang bobrok, gawainya diciduk aparat karena diduga telah menerima suap hingga puluhan milyar rupiah.

Baca selengkapnya…

Sudut pandang: Bukan karena itu, tapi karena …

Hanya mengubah sudut pandang, tapi terkadang punya efek MENYADARKAN yang luar biasa. Mari mempelajari materi berikut. Mudah-mudahan dapat diterima dengan baik.

10 Tips Sederhana untuk Meningkatkan Energi Positif

Semangat kerja PNS

CEMANGAD!

Pengalaman pendampingan ke Pemda merupakan pengalaman belajar yang luar biasa. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah: Apakah kinerja PNS yang relatif masih rendah akibat dari rendahnya KEMAMPUAN atau rendahnya KEMAUAN? Bila MAU, tapi tidak MAMPU, maka solusinya adalah pelatihan, bimbingan teknis atau pemberian beasiswa untuk jenjang pendidikan tertentu yang mengarah pada pencapaian tingkat kemampuan yang dibutuhkan tersebut.

Tapi bagaimana bila penyebabnya adalah KETIDAKMAUAN? Salah satu solusinya adalah penerapan insentif finansial berupa honor atau tunjangan kinerja. Dalam pandangan sepintas, insentif dalam bentuk honor dan tunjangan kinerja ini dapat menghasilkan kinerja yang relatif baik. Tetapi sangat mungkin terjadi, bahwa insentif finansial justeru berakibat buruk pada kinerja, paling tidak pada beberapa orang PNS yang baik. Misalnya: pemberian honor tambahan pada PNS yang berparadigma “menjadi PNS merupakan panggilan jiwa untuk mengabdi bagi nusa dan bangsa”, justeru dapat merusak motivasinya.

Terkadang, yang dibutuhkan PNS yang sudah MAU BERKINERJA hanyalah tips sederhana tentang:  cara meningkatkan energi positifnya, agar tetap dapat SUKA dan RELA melaksanakan pekerjaan secara profesional?

Untuk itu mari mempelajari tips sederhana itu melalui video berikut ini.  Video tersebut menjelaskan “10 Tips Sederhana untuk Meningkatkan Energi Positif”. Video ini diambil dari youtube.com yang diunggah oleh getinazonecom.

Penjelasan secara bebas dari 10 Tips Sederhana untuk Meningkatkan Energi Positif adalah sebagai berikut:

Klik untuk membaca penjelasan ringkasnya

Property Rights for “Sesame Street”

Diterjemahkan secara bebas oleh rusmanik dari: Janet Beales Kaidantzis, Property Rights for “Sesame Street”. Materi ini juga tayang di icnie.org

Salah satu konsep penting dalam Ilmu Ekonomi Kelembagaan Baru adalah Property Rights (Hak Kepemilikan). Bagi yang meminati ilmu itu, pemahaman terhadap konsep hak kepemilikan ini sangat penting. Kasus tragedy of the commons terjadi karena tidak adanya hak kepemilikan. Konsep hak kepemilikan juga bagian penting dalam Teorema Coase.  Karena itu, mari mempelajarinya dari cerita berikut  ini.

Perlu Hak Kepemilikan …

Pernahkah melihat anak-anak bertengkar memperebutkan mainan? Percekcokan seperti itu juga lumrah dalam rumah tangga Katherine Hussman Klemp. Dalam Sesame Street Parent’s Guide, dia menceritakan bagaimana dia berhasil menciptakan perdamaian delapan anak di keluarganya dengan menetapkan hak kepemilikan atas sebuah mainan.

Sebagaimana halnya ibu muda lainnya, Klemp sering membelikan anak-anaknya bermacam-macam permainan. “Awalnya aku jarang menyerahkan secara spesifik suatu jenis mainan tertentu kepada seorang anak tertentu,” katanya.

Lalu apa yang terjadi? “Setelah beberapa waktu, saya melihat dengan nyata bahwa ketidakjelasan kepemilikan sangat mudah menyebabkan pertengkaran diantara kedelapan anakku. Jika semuanya milik semua orang, maka tiap anak merasa memiliki hak untuk menggunakannya sesukanya” katanya.

Baca selengkapnya

Sekelumit tentang Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah

Apa, mengapa dan bagaimanakah Evaluasi dan Pengendalian? Mari mempelajarinya dari materi pengantar berikut ini.

Apa dan Bagaimanakah Menyusun Policy Brief?

Policy Brief (PB) adalah MAKALAH KEBIJAKAN RINGKAS; makalah kebijakan yang berdiri sendiri dan disusun secara ringkas. PB bukan ringkasan dari dokumen lain, sebagaimana sebuah ringkasan eksekutif. PB disusun secara khusus untuk segera dapat dipahami oleh pembuat keputusan. Tujuan dari PB adalah untuk advokasi kebijakan, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik.

Apa dan bagaimanakah menyusun Policy Brief? Mari mempelajarinya dari slide berikut ini. Semoga bermanfaat ya ;-)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 941 pengikut lainnya.